KICK OFF
Pekan Terbaik untuk Mengukur Kekuatan
13 Oktober 2017 04:00 WIB
berita

KEBISINGAN kualifikasi Piala Dunia 2018 sudah usai. Memang, masih ada yang tersisa, yaitu perebutan tiket lolos di tingkat play-off. Dan, Italia salah satu yang harus melakoni laga tersebut. Lalu, masih ada kualifikasi di zona Afrika. Ada tiga slot yang masih kosong. November nanti, semuanya akan rampung. Publik sepak bola dunia akan melihat siapa saja sisa tim yang akan beraksi di Rusia. Kini, kebisingan yang sangat menarik sudah terdengar karena akhir pekan ini akan ada sejumlah laga di ajang domestik yang bakal menyedot perhatian.

Di Liga Primer, ada duel antara dua klub besar: Liverpool dan Manchester United. Di La Liga, bakal tergelar pertarungan yang ketat dan keras antara Atletico Madrid vs Barcelona. Sedangkan di Italia (Seri A), lebih seru lagi karena pekan kedelapan ini menampilkan partai head to head di papan atas atau melibatkan dua klub dengan tradisi besar. FC Internazionale bakal menjamu AC Milan dalam laga yang bertajuk Derby della Madonnina.

Lalu ada Juventus yang akan menghadapi Lazio. Dan, Capolista Seri A, Napoli tandang ke Stadion Olimpico menghadapi AS Roma. Napoli peringkat pertama dalam klasemen sementara, Juventus posisi kedua, Inter di peringkat ketiga, sedangkan di posisi keempat ada Lazio. I Biancoceleste lebih baik satu tingkat dibanding klub sekota, AS Roma, yang ada di posisi kelima klasemen sementara. AC Milan untuk sementara di peringkat ketujuh di bawah Torino, namun keduanya memiliki poin sama: 12 poin.

Ini akan menjadi pekan yang krusial, khususnya untuk menatap tantangan selanjutnya sepanjang musim ini. Di Liverpool, Juergen Klopp berpeluang untuk menjadi pelatih pertama sepanjang musim ini untuk membuat Jose Mourinho (pelatih Manchester United) bertekuk lutut. Klopp memiliki tradisi yang bagus dalam rekornya menghadapi pelatih asal Portugal tersebut. Pria asal Jerman ini meraih tiga kemenangan dari tujuh laga lawan timnya Mourinho, tiga imbang, dan hanya sekali kalah. Satu-satunya kekalahan tersebut terjadi pada 2013 silam, ketika dirinya masih melatih Borussia Dortmund.

Saat itu, 30 April 2013, Mourinho yang melatih Madrid menang 2-0 atas Dortmund. Meski demikian, Klopp tetap harus waspada karena faktanya, dalam dua laga terakhir menghadapi Mourinho, timnya (Liverpool) selalu meraih hasil imbang. Musim lalu tepatnya, saat 0-0 di pertemuan pertama Liga Primer, lalu imbang 1-1 di laga kedua. Bagi Liverpool, duel kali ini sangat penting karena The Reds mencoba untuk kembali ke trek kemenangan.

Dalam empat laga Liga Primer terakhir, Liverpool memang hanya meraih satu kemenangan, tepatnya ketika menekuk Leicester City. Tiga laga lainnya: sekali kalah dan dua kali imbang. Karena itu, kemenangan atas MU akan sangat penting. Dengan hasil positif tersebut, mereka akan membuktikan sebagai tim yang masih berpeluang untuk bersaing di papan atas dalam memburu gelar Liga Primer. MU sendiri tim yang belum terkalahkan. Dari tujuh laga sejauh ini, enam di antaranya berakhir dengan kemenangan. Meski demikian, MU belum teruji karena tujuh laga tersebut merupakan klub yang bukan klub besar (kuat).

Napoli? Sama seperti MU. Dalam tujuh laga awal Seri A, pasukan Maurizio Sarri ini belum teruji. Memang, mereka telah mengalahkan Lazio. Namun, I Biancoceleste merupakan tim yang musim ini baru mencoba menemukan kembali tempatnya dalam strata klub elite Italia. Karena itu, laga lawan AS Roma akan menjadi tes terbaik untuk mengukur sejauh mana kesiapan I Partenopei dalam upaya bersaing memperebutkan gelar Seri A 2017/18 ini. Apalagi, di pekan selanjutnya, mereka akan menghadapi FC Internazionale.

I Nerazzurri sendiri dalam performa menanjak. Kedatangan Luciano Spalletti telah menciptakan atmosfer positif. Bersama Napoli dan Juventus, Inter menjadi klub yang belum terkalahkan di Seri A 2017/18 ini. Mereka telah membuktikan lebih baik dibandingkan klub sekota, AC Milan. Pembenahan yang dilakukan Inter terbukti lebih efektif ketimbang belanja besar-besaran yang dilakukan Milan. Meski demikian, kesan tersebut bukan tidak mungkin berbalik, jika di dalam derby nanti, Inter mengalami kekalahan.

Dan, di La Liga, semuanya akan menantikan sang bintang Tim Tango, Lionel Messi. Kehadirannya bakal disambut dengan meriah oleh suporter Barcelona. Messi akan membawa rekan setimnya tandang menghadapi Atletico Madrid. Los Rojiblancos, tim yang masih sama: selalu memberikan kesulitan. Meski demikian, dibanding sebelumnya, Atletico saat ini terkesan kehilangan tenaga. Tapi, boleh jadi, pasukan Diego Simeone ini membutuhkan pemantik untuk bangkit dan obat itu adalah menang atas Barca.*Irfan Sudrajat


 

n
Penulis
nana sumarna