LIGA 1
Di FIFA Logo Bali United Masih Pakai Pusam, Madura United Pakai PBR
12 Oktober 2017 13:56 WIB
berita

ZURICH - COO PT Liga Indonesia Baru (LIB) Tigorshalom Boboy menyatakan status 4 klub di Liga 1 2017 yang merupakan hasil merger atau pembelian lisensi dinyatakan telah valid. Tapi validitas itu baru sampai di tingkat PT LIB dan PSSI.

Adapun 4 tim itu adalah Bhayangkara FC, Bali United FC, Madura United FC, dan PS TNI. Keempat tim itu bermain di kompetisi Liga 1 dari hasil merger atau pembelian lisensi dan pengelolaan klub lain.

Bahkan ada klub yang dianggap tidak jelas asal-usulnya karena tiba-tiba bisa bermain di kompetisi resmi PSSI, padahal tidak pernah melalui proses dari bawah. Namun hal itu bisa jadi tetap diperbolehkan karena dalam pengelolaan klub profesional dikenal adanya sistem merger atau pengalihan lisensi klub.

Tapi terlepas dari hal itu, di FIFA, menariknya logo keempat klub itu ternyata juga masih samar. Bali United FC dan Madura United FC, misalnya. Dua tim itu ternyata di FIFA masih dipasang memakai logo Putra Samarinda (Pusam) dan Pelita Bandung Raya (PBR).

Bali United memang klub yang berasal dari pembelian atau alih kelola dari Putra Samarinda yang dimiliki Harbiansyah. Sedangkan Madura United FC diketahui membeli lisensi Pelita Bandung Raya.

Lebih menarik lagi, Bhayangkara FC dan PS TNI malah tidak ada logonya di FIFA. Dua klub itu diberi siluet logo berwarna abu-abu saja. Diketahui Bhayangkara FC ini lahir dari konflik dualisme atau sengketa merk Persebaya Surabaya, kemudian PS TNI mengambil alih Persiram Raja Ampat.

Dan, tidak mungkin FIFA asal comot mengenakan logo tiap klub dari kompetisi federasi masing-masing. Kemungkinan besar memang PSSI yang menyetor logo itu ke FIFA. Barangkali tidak ada yang salah, meski bisa dikatakan aneh....*Ari DP

news
Penulis
Ari DP
Penggemar semua cabang olahraga. Asli Yogyakarta, KTP Sleman, tinggal di Jakarta.