TOP FEATURE OLIMPYC
Bisa Nyaman dan Kencang dengan Skateboard Elektronik
12 Oktober 2017 05:00 WIB
berita
Huger Tech - TopSkor/Istimewa

Perkembangan teknologi yang semakin pesat selalu memengaruhi gaya hidup. Banyak orang kini menginginkan alat yang serba instan tanpa harus lelah mengunakannya. Baru-baru ini muncul alat olahraga skateboard dengan menggunakan bantuan listrik atau disebut dengan E-Skateboard yang keluarkan oleh Huger Tech. 

Inovasi baru papan skateboard elektronik ini, tentunya menjadi sorotan para penggemar olahraga yang bisa dikatakan telah menyatu dengan gaya hidup. E-Skateboard ini terbagi dalam tiga jenis yakni Classic, Travel, dan Racer. Dari ketiganya yang membedakan hanya kecepatan dan bentuk ukuran.
 
Classic merupakan model papan terkecil dan memiliki kecepatan 24 km/jam dengan jarak tempuh berkisar 8 kilometer (km). Travel berukuran sedang, kecepatan mencapai 32 km/jam, jarak tempuhnya 35 km. Sedangkan, model Racer, merupakan model papan terbesar, jika dilihat dari bentuknya papan model ini hampir menyerupai ukuran papan longboard. 

E-Skateboard jenis ini memiliki kecepatan 40 km/jam dengan jarak tempuh 32 km. Model papan jenis Racer inilah yang paling mahal dengan harga pre-order saat ini sebesar 899 dolar AS (sekitar Rp 12 juta) dan harga jual di toko 1.119 dolar AS.

"Saya kembali membeli longboard, saat kuliah dan untuk digunakan berjalan di sekitar kampus. Columbia sangat berbukit sehingga saya harus melewati jalanan menurun dan mendapat banyak pengalaman di atasa papan, tapi jelas tidak secepat skateboard elektronik  ini,” kata lelaki asal kota Columbia, Amerika Serikat (AS) bernama Chris setelah menjajal skateboard elektronik itu.

Meski demikian, dengan kecepatan 40 km/jam, papan skate jenis ini tidak dapat dugunakan untuk melakukan trik lompatan, layaknya papan skate pada umumnya. Sejatinya, papan ini dibuat hanya sebagai media pembantu guna menyusuri perjalanan di perkotaan. Chris mengungkapkan,  papan ini bisa bermanuver, namun berasa sedikit kaku ketika mencoba berbelok, lantaran model yang terlalu spesifik bentuknya.

“Saya hanya melihat masalah kecil dalam E-Skateboard. Pertama, rem cakram yang pakem,” ujar Chris. Utamanya saat melaju pada kecepatan penuh, lalu saat harus mengerem, papan akan kontan berhenti. Situasi itu jelas akan membuat pengendaranya terpelanting. “Ini adalah sesuatu yang harus dikomunikasikan dengan Huger Tech dan meyakinkan mereka untuk membuat pengereman lebih halus jadi salah satu aspek penting,” tutur Chris.

Tampaknya, Huger Tech ingin memanfaatkan celah bisnis dari skateboard yang sudah sangat mendunia. Idenya sederhana yaitu bagaimana menciptakan alat bantu dari barang yang sudah sangat populer.*Dedhi Purnomo/CR10

n
Penulis
nana sumarna