TOP FOTO
Mencari Mutiara yang Terpendam dari Gala Desa
02 Oktober 2017 12:31 WIB
berita
Asisten Deputi Pembudayaan Olahraga Kemenpora Tri Utomo membuka Gala Desa di Pesisir Barat. (Foto: TopSkor.id/Choirul Hu

MUTIARA yang indah tidak dicomot begitu saja dari pinggir pantai, melainkan harus menyelam hingga ke dasar samudera.

Begitu juga dalam dunia olahraga. Untuk meraih prestasi bagi atlet atau tim, tidak semudah membalikkan telapak tangan.

Alias, butuh proses yang panjang. Kemauan dari atlet baik itu individu atau tim, pelatih, dan pengurus, untuk berjibaku. Itu disertai dengan fasilitas sarana dan prasarana untuk berlatih serta tanding. Tak lupa, dukungan pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) beserta instansi terkait dan pemerintah daerah.

Jika semua berjalan sesuai jalur, ibarat nelayan mencari mutiara. Meski di tengah lumpur sekalipun, mutiara tetaplah berkilau yang membedakannya dengan batu kerikil.

Jalan berliku dilalui untuk menjadikan Indonesia sebagai macan olahraga. Namun, pepatah mengatakan, Kota Roma tidak dibangun dalam semalam. Memang seperti itu.

Sejarah mencatat, banyak anak desa yang sukses mengharumkan Indonesia di tingkat internasional. Itu jadi alasan Kemenpora untuk menyelenggarakan Gala Desa di 136 kabupaten/kota di 34 provinsi di Indonesia.

Gala Desa termasuk dalam program unggulan kementerian yang dipimpin Imam Nahrawi ini bersama Gowes Pesona Nusantara, Liga Santri, Liga Mahasiswa, Liga Pekerja, dan Liga Sepak Bola Berjenjang untuk menggelorakan olahraga kepada masyarakat.

Penyelenggaraan Gala Desa di bawah payung Ayo Olahraga yang merupakan ajakan untuk bergerak dan berolahraga sesuai instruski Presiden Nomor 1 Tahun 2017 tentang Gerakan Masyarakat Sehat.

Sejak kick-off di Bulukamba, Sulawesi Selatan, pada 14 Mei lalu, Gala Desa selalu disambut antusias. Tidak hanya pejabat atau instansi terkait di daerah masing-masing, melainkan juga atlet dan warga.

Fakta itu bisa dilihat dalam Gala Desa yang berlangsung di dua tempat di provinsi Lampung. Yaitu, kabupaten Pesisir Barat dan Way Kanan yang serentak membuka Gala Desa pada Sabtu (30/9).

“Sering-sering diadakan acara ini. Kalau bisa setiap hari sepanjang tahun biar kita-kita di sini (dagangan) laris,” ujar Rosniwati, salah satu pedagang di Lapangan Merdeka Labuhan Jukung Krui, Pesisir Barat.

Sementara, M. Ridwan, salah satu pelajar berharap Kemenpora bisa menambah cabang olahraga. Terutama, bela diri yang populer di Lampung.

“Semoga tahun depan Gala Desa kembali ada di Lampung. Inginnya (cabang olahraga) bisa bertambah dengan bela diri seperti silat dan tarung derajat yang asli nusantara,” Ridwan, mengungkapkan.

Pernyataan siswa XII SMA Negeri Pesisir Barat ini beralasan. Rekannya, Cikal Farah Labita, baru saja membawa pulang medali emas dari cabang Tarung Derajat pada Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) 2017 di Semarang yang diselenggarakan 10-21 September lalu.

Cikal berasal dari kabupaten Pesisir Barat yang mewakili provinsi Lampung. Pada Popnas edisi ke-14 itu, Lampung finis di urutan enam dengan 11 emas.

Semoga, dengan diselenggarakannya Gala Desa ini, bisa jadi kawah candradimuka bagi atlet muda untuk berprestasi di tingkat nasional hingga dunia. Sekaligus, turut mewujudkan Visi Pembangunan 2005-2025 sebagai Indonesia yang Mandiri, Maju, Adil, dan Makmur.***


Patung Ikan Marlin yang jadi landmark kota Krui, Pesisir Barat, Lampung (Foto: TopSkor.id/Choirul Huda)

 

Atlet dan perangkat pertandingan menyanyikan lagu Indonesia Raya (Foto: TopSkor.id/Choirul Huda)

 

Pembukaan Gala Desa 2017 di Lapangan Merdeka Labuhan Jukung, Krui, Sabtu lalu. (Foto: TopSkor.id/Choirul Huda)

 

Pembukaan Gala Desa di Kabupaten Way Kanan. (Foto: TopSkor.id/Choirul Huda)


Artikel Terkait Gala Desa:
Pesisir Barat Lampung Sudah Siap Gelar Gala Desa
Gala Desa sebagai Wadah Kemenpora untuk Temukan Calon Atlet
Tari Sembah Buka Gala Desa 2017 di Kabupaten Pesisir Barat Lampung
Resmi Dibuka, Gala Desa 2017 Pesisir Barat Pertandingkan 6 Cabang
Sedang di Bali, Menpora Tetap Pantau Gala Desa 2017
Gala Desa 2017 Beri Kesempatan Atlet Difabel untuk Kembangkan Potensi

Artikel Terkait Popnas:
Sambut Popnas 2017, Warga Banjiri Simpang Lima Semarang
- Ini Pesan D'Masiv untuk Peserta Popnas 2017
- Gubernur Jawa Tengah Ajak Peserta Popnas 2017 untuk Beli Oleh-oleh
- Kemenpora Rencanakan Popnas Berlangsung Setiap Tahun

news
Penulis
Choirul Huda
Juventini pemilik akun twitter dan instagram @roelly87