KICK OFF
Pelajaran Berharga untuk La Joya
14 September 2017 04:00 WIB
berita

PAULO Dybala masih harus belajar bagaimana menjadi pemain bintang dalam laga-laga besar. Dybala masih membutuhkan waktu untuk memaknai nomor 10 yang terpampang di pundaknya. Dan, Dybala masih harus bersabar bagaimana berada di bawah bayang-bayang pemain besar seperti Lionel Messi. Tidak ada kesalahan yang dilakukan penyerang Juventus ini.

Hanya, malam itu memang bukan miliknya. Messi ternyata masih terlalu jauh untuk dikejar. Masalahnya, mampukah Dybala bangkit dari kekalahan telak ini? Lebih jauh, apakah kekalahan ini akan memengaruhi mentalitas penyerang asal Argentina ini dan semua rekan-rekannya, baik di Seri A maupun dalam laga Liga Champions selanjutnya?

Jelang duel Barcelona vs Juventus, nama Messi dan Dybala memang banyak menarik perhatian. Tidak lain karena keduanya sama-sama berasal dari Argentina dan keduanya sama-sama menyandang nomor 10. Membandingkan Dybala dengan Messi memang tidak sepadan. Yang satu yaitu Messi adalah pemain besar sedangkan Dybala baru muncul dalam tiga atau empat tahun terakhir ini.

Yang menarik, sepanjang musim ini, ada perubahan signifikan dari produktivitas Messi sejak awal musim. Terlepas dari situasi timnas Argentina yang belum bisa memastikan tiket ke putaran final Piala Dunia 2018, Messi tetap menakutkan. La Pulga lebih ganas. Dalam enam laga di semua ajang, dia menorehkan delapan gol! Itu merupakan rapor terbaik dalam kariernya untuk ukuran awal musim.

Keganasan Messi diawali dari satu gol yang dia ciptakan di ajang Piala Super Spanyol menghadapi Real Madrid, lalu dua gol lawan Alaves, hattrick ke gawang Espanyol, dan dua gol lawan Juventus di laga kemarin. Dybala tidak jauh berbeda dibanding Messi soal produktivitas di awal musim. Bahkan, sebelum laga ini, dia telah menorehkan total tujuh gol. Masing-masing lima gol di Seri A, dan dua gol di Piala Super Italia.

Jadi, wajar jika sebelum Barca vs Juventus, Dybala ditempatkan sebagai pemain yang bisa menyaingi Messi. Setidaknya, khusus untuk laga ini. Namun, semua sudah menyaksikan bahwa perbandingan tersebut masih jauh. La Joya, masih harus banyak belajar. Juventus pun masih harus “belajar”. Nasib membawa mereka sudah bertemu Barcelona di penyisihan grup. Namun, peluang untuk lolos masih terbuka bagi tim asuhan Massimiliano Allegri ini.

Bukan hanya Juventus yang kesulitan pada laga pertama penyisihan grup. AS Roma juga hanya meraih hasil imbang ketika menjamu klub asal Spanyol, Atletico Madrid. Klub Seri A lainnya yang tampil di Liga Champions adalah Napoli, yang baru main kemarin atau dini hari tadi WIB. Di Liga Europa, Italia akan berharap kepada AC Milan dan Atalanta.

I Rossoneri akan tampil dalam laga tandang lawan Austria Wien. Mereka membawa hasil buruk di ajang Seri A setelah takluk dari Lazio. Sepak terjang Milan di ajang ini menjadi perhatian, khususnya setelah pembenahan yang mereka lakukan dengan aktif di bursa transfer musim panas lalu. Meski demikian, cukup sudah berbicara soal bursa transfer. Hasil bagus di pramusim juga bukan kenyataan. Sudah saatnya Milan bekerja lebih cepat dalam membentuk tim yang utuh.*Irfan Sudrajat
 

n
Penulis
nana sumarna