TOP OPINI FOOTBALL
Ketika Usia Melemahkan Buffon
14 September 2017 05:00 WIB
berita
Rizki MahengĀ 

Apa yang ada dalam pikiran pelatih Juventus Massimiliano Allegri saat menyaksikan tiga gol FC Barcelona bersarang ke jala gawang timnya? Meski kekalahan dari tim sehebat Barcelona bukanlah sebuah aib tetapi kemasukan sampai tiga gol tanpa balas rasanya sulit diterima. Apalagi, Juventus hadir di Liga Champions 2017/18 dengan status juara Seri A 2016/17. Sedangkan Barcelona runner-up La Liga.

Juventus adalah salah satu tim dengan pertahanan terbaik di Italia dan Eropa sehingga kekalahan telak ini harusnya menjadi evaluasi bagi Allegri. Apa yang salah dengan lini pertahanan mereka? Memang, banyak sekali pergerakan pemain Barcelona yang bisa terbaca dengan baik oleh Andrea Barzagli dan kawan-kawan. Tetap saja, mereka dilumat tiga gol.

Apakah faktor Gianluigi Buffon yang semakin menua menjadi salah satu titik lemah di lini pertahanan Si Nyonya Tua? Tidak ada yang bisa mengesampingkan kemampuan Buffon. Dia tetaplah dikenal sebagai salah satu penjaga gawang terbaik dunia. Namun, Buffon dan Juventus pada umumnya pasti kalah oleh usia.

Ada fakta yang mendukung argument di atas yaitu dalam lima musim terakhir, ini kali kedua Buffon mendapati gawangnya kebobolan sebanyak lima gol dalam tiga laga Seri A dan satu laga Liga Champions. Meski demikian, catatan pada musim ini terbilang mengkhawatirkan jika menyimak lawan-lawan yang dihadapi Juve dalam empat laga yang sudah berlalu.

Gawang Juventus yang dikawal Buffon kebobolan dua gol saat Juventus menaklukkan Genoa 4-2 dan yang terakhir kebobolan tiga gol saat bertandang ke Camp Nou, Barcelona. 
Ada dua clean sheet yang diraih kiper kawakan Italia itu saat Juventus bertemu tim lemah Cagliari dan Chievo. Berikut rincian perbandingannya:

Musim 2017/18: 4 laga, kebobolan 5 gol (lawan Cagliari, Genoa, Chievo, Barcelona); Musim 2016/17: 4 laga, kebobolan 2 gol (lawan Fiorentina, Lazio, Sassuolo, Sevilla); Musim 2015/16: 4 laga, kebobolan 5 gol (lawan Udinese, AS Roma, Chievo, Man City); Musim 2014/15: 4 laga, kebobolan 1 gol (lawan Chievo, Udinese, AC Milan, Malmo); Musim 2013/14: 4 laga, kebobolan 3 gol (lawan Sampdoria, Lazio, Inter Milan, FC Copenhagen).

Dari data di atas terlihat lima gol yang masuk ke jala gawang Buffon pada musim 2015/16 cukup bisa diterima jika melihat profil lawan-lawan Juventus saat itu. Kapten timnas Italia itu harus menghadapi dua tim elite AS Roma, jagoan Liga Primer Manchester City, dan tim kuda hitam Italia Udinese. Mereka adalah tim yang punya daya serang yang sangat tajam sehingga bermain-main di daerah pertahanan Juventus jadi sangat intens. 

Bandingkan dengan lawan-lawan Juventus pada tiga pekan awal Seri A dan laga perdana Liga Champions musim ini. Dari empat lawan awal Juventus musim ini, hanya Barcelona saja yang berstatus tim kuat.

Catatan statistik ini mungkin menjadi sinyal bagi Allegri bahwa sang kiper sekaligus kapten Juventus itu sudah tergerus kemampuannya oleh waktu. Jangan lupakan pula bagaimana Spanyol menggelontorkan tiga gol ke gawang Italia yang dikawal Buffon dalam laga kualifikasi Piala Dunia 2018 beberapa waktu lalu. Praktis dengan menghitung dua laga bersama timnas Italia, Buffon sudah kebobolan delapan gol dalam enam laga.

Buffon yang akan berusia 40 tahun pada Januari nanti seperti sedang menghadapi senja kala seorang kiper tua. Mantan kiper Parma ini memang sudah menyatakan bahwa musim ini akan menjadi musim terakhirnya bersama Juventus. Wajar, lantaran memang sudah saatnya Buffon melepaskan sarung tangan kipernya.

Pertanyaannya, sanggupkah Allegri menahan diri melihat gawang Juventus kebobolan banyak gol dengan dalih memberikan kesempatan untuk sang legenda mengakhiri pengabdian di atas lapangan ketimbang menemui ujung karier dibangku cadangan? Harga yang dibayar bakal sangat mahal. Yang ada di depan mata, langkah berat di fase grup Liga Champions 2017/18. Bisa juga tak lagi jadi juara Seri A 2017/18.

Pilihan ada pada Allegri. Dibelakang Buffon masih ada nama Wojciech Szczesny, kiper utama AS Roma musim lalu. Mantan kiper Arsenal itu memiliki kinerja lebih baik daripada Buffon musim lalu di Seri A. Szczesny mencatatkan 14 clean sheet dan 93 penyelamatan dari 38 laga. Catatan kinerja itu lebih baik dari 12 clean sheet dan 61 penyelamatan dari 30 laga yang dilakoni Buffon. 

Artinya Allegri tidak perlu kuatir dengan kualitas di bawah mistar gawang jika ingin menahan Buffon di bangku cadangan. Apalagi, pertahanan Roma tak sebaik Juventus, sehingga kemampuan Szczesny punya andil luar biasa atas pencapaian Roma. Dengan kata lain, kiper asal Polandia itu sudah pantas menanggung tugas yang selama ini diembang sang legenda.

Faktanya, beberapa bintang sepak bola yang sudah termakan usia memang harus menerima kenyataan bahwa aksi-aksinya diatas lapangan sudah tidak sebanyak dulu lagi. Tanyakan hal itu pada Ryan Giggs dan Francesco Totti yang menit bermainnya terus berkurang drastis seiring penambahan usia mereka. Keduanya menjalani senja kala karier dengan menghabiskan banyak menit bermain di bangku cadangan. Giggs dan Totti pun sadar diri, sehingga tak protes dengan keputusan pelatih.

Meski kiper tergolong posisi dalam sepak bola yang paling awet umurnya, Buffon tampaknya sedang menjalani masa akhir sebagai seorang kiper legendaris. Dan, hal itu makin terlihat jelas dengan tiga gol Barcelona yang bersarang ke gawang Juventus. Terlepas, Barca tampil dengan dendam dan punya lini depan menakutkan, statistik sebelumnya telah menunjukkan bahwa usia memang telah melemahkan Buffon.***


Rizki Maheng 
Penulis adalah pemerhati sepak bola

n
Penulis
nana sumarna