KICK OFF
Seberapa Krusial Ronaldo untuk Madrid
13 September 2017 04:00 WIB
berita

SETELAH sebulan lebih tidak bisa dimainkan, Real Madrid CF bisa bernapas lega. Mereka bisa memainkan sang megabintang, Cristiano Ronaldo, saat menjamu APOEL FC di laga pertama Grup H Liga Champions di Stadion Santiago Bernabeu, Rabu (13/9) malam atau Kamis dini hari WIB.
 
Banyak yang menilai, Ronaldo – yang dilarang turun lima laga kompetisi domestik karena kartu merah saat melawan FC Barcelona di leg pertama Piala Super Spanyol, 13 Agustus lalu – kembali di saat yang tepat. Madrid belakangan memang bermasalah dengan produktivitas gol.
 
Setelah menjual striker Alvaro Morata (ke Chelsea FC), pelatih Los Blancos Zinedine Zidane memang masih memiliki sederet penyerang kelas satu seperti Karim Benzema, Gareth Bale, Marco Asensio hingga Lucas Vazquez. Tetapi, ketika para penyerang itu mengalami kebuntuan atau cedera, saat itu juga Los Merengues tidak mampu atau sangat sulit membuat gol. 

Lihat saja yang terjadi di dua laga terakhir La Liga. Di atas kertas, Madrid seharusnya bisa merebut tiga poin saat menjamu Valencia CF dan UD Levante di Bernabeu. Tapi, juara bertahan La Liga itu ternyata harus bersusah payah hanya untuk merebut satu poin dari kedua tim tersebut. Setelah sempat tertinggal, Madrid akhirnya mampu menahan Valencia (2-2) dan Levante (1-1).
 
APOEL mungkin selevel di bawah Valencia dan Levante. Namun, di kompetisi seketat Liga Champions, semua bisa terjadi. Klub asal Siprus itu tentu sudah mempelajari dua hasil buruk Madrid di kandangnya. 

Di saat-saat seperti inilah Madrid mau tidak mau butuh seorang Ronaldo. Pencinta Madrid, klub, dan Zidane mungkin enggan mengakui tergantung kepada kapten timnas Portugal tersebut. Tetapi statistik menunjukkan sebaliknya. 
Musim lalu, Ronaldo adalah pencetak gol terbanyak Madrid. Dari total 173 gol Madrid di semua ajang, 24,3 persen diberikan oleh CR7 (42). Rata-rata gol Ronaldo per laga adalah 0,91.  

Dari 46 laga saat Ronaldo main musim lalu, Madrid 31 kali merebut kemenangan, 11 seri, dan hanya empat kali kalah. Bila penyerang sayap kiri itu mencetak gol, Los Blancos tercatat 21 kali menang dan hanya dua kali kalah. Artinya, jika dirata-rata, setiap Ronaldo bermain, Madrid mampu merebut 2,3 poin per laga.
 
Fakta bila Madrid membutuhkan Ronaldo terlihat di awal 2017/18 ini. Dari empat pertandingan tanpa CR7, rapor Madrid terbilang mengecewakan untuk tim sekelas mereka plus lawan yang dihadapi, masing-masing dua kali menang dan seri.

Saat Ronaldo absen, Asensio menjadi pencetak gol utama Madrid di leg kedua Piala Super Spanyol kontra Barca serta tiga pertandingan awal La Liga. Penyerang sayap itu mencetak dua gol ke gawang Valencia sedangkan empat pemain Madrid lain masing-masing hanya mampu mencetak satu gol. 

Masalah utama bagi Madrid dan Zidane saat Ronaldo absen adalah, mereka tidak memiliki penyerang yang benar-benar mampu diandalkan membuat gol di momen-momen krusial. Kini, saat Bale masih belum mampu memenuhi ekspektasi sebagai seorang penyerang serta Benzema yang absen sebulan karena cedera hamstring, rasanya Ronaldo kembali di saat yan tepat.
 
Bila Asensio sudah membuktikan kian matang saat dibutuhkan membuat gol, Ronaldo adalah pemain yang bisa membalikkan keadaan dan memberikan kemenangan untuk Madrid. CR7 juga tipe pemain yang mampu mendongkrak motivasi rekan-rekan setim lewat caranya mencetak gol maupun manuvernya di lapangan. 

Karena itu, rasanya laga kontra APOEL menjadi waktu yang tepat bagi CR7 kembali. Dengan baru bermain selama 31 menit dari dua pertandingan dan mencetak satu gol, sangat menarik melihat kiprah Ronaldo dini hari nanti di Bernabeu.*Irfan Sudrajat    

n
Penulis
nana sumarna