UMUM
Singkirkan Malaysia, Putra Indonesia Raih Medali Emas Squash
12 September 2017 22:27 WIB
berita
Indonesia harus puas meraih satu medali emas di ajang Test Event Road to Asian Games

BANDUNG – Indonesia harus puas meraih satu medali emas di ajang Test Event Road to Asian Games – Indonesia Squash Junior 2017 yang berlangsung di Arena Squash Graha Tirta Siliwangi Kota Bandung.

Satu medali emas tersebut dipersembahkan atlet squash putra atas nama Satria Bagus Laksana. Di partai final yang berakhir Selasa malam (12/9), Satria menghentikan perlawanan atlet asal Malaysia, Afy Lukman bin Noor Affendy dalam permainan tiga set, 11-8, 11-8 dan 11-0.

Pertemuan keduanya ini berlangsung seru dan panas. Satria berhasil merebut medali emas karena bermain tenang. Sebaliknya, lawannya Afy bermain penuh emosional hingga berkali-kali gagal menyambut bola keras pukulan Satria.

Secara permainan, keduanya berjalan imbang terutama di set pertam dan ketiga. Namun, pihak lawan asal Malaysia itu, mulai keteteran dan kehabisan stamina. Permainan Afy pun mulai goyah dan dengan mudah diselesaikan, Satria.

Sementara itu, kegagalan Malaysia terobati oleh keberhasilan atlet putrinya, Noor Ainaa Amani Binti Ampadi. Noor mengalahkan Singapura atas nama,  Au Yeong Wai Yhaan. Tanpa ampun, Noor mematahkan perlawanan Au Yeong dan tak memberikan sedikit peluang untuk memenangkan permainan dan skor akhir pada poin, 11-7,11-4 dan 11-9.

Kejuaraan squash junior Asia tersebut digelar sebagai simulasi dari seluruh kegiatan menjelang Asian Games 2018. Secara keseluruhan, penyelenggaraan mini standar Asian Games ini berjalan sukses dan sesuai target.

“Saya sangat puas, karena sejak awal penyelenggaraan ini merupakan simulasi dan kegiatan kami untuk menguji coba sejauh mana kesiapan kita menjadi penyelenggara bagi Asian Games nanti, apalagi kita sebagai tuan rumahnya bisa mempersembahkan medali emas,” jelas Manager Competition, Brigitta Kijono di Graha Tirta Siliwangi Squash.

Brigiita berharap simulasi untuk persiapan menjelang Asian Games 2018 mendatang bisa beberapa kali diselenggarakan untuk mematangkan kesiapan tuan rumah sebagai penyelenggara nanti.

“Kalau bisa simulasi dan atau test event itu bisa digelar dan dilakukan di venue yang akan digunakan untuk Asian Games nanti, karena kita bisa mengukur kelebihan dan kekurangannya, saya harap dalam wakitu dekat venue sudah ada keputusan,” ia menambahkan.

Brigitta menambahkan lagi, kabar terbaru pihak  INASGOC  telah  merespon terkait venue yang akan digunakan untuk cabang olahraga (cabor) squash. Bahkan, kata Brigitta, kalau PB PSI sebagai induknya olahraga squash di Indonesia mau memilih maka alangkah bagusnya jika venue squash nanti dibangun di komplek olahraga Gelora Bung Karno (GBK).

“Kenapa, karena jika dibangun di GBK, semua akses akan terjamin, tempatnya strategis, terutama untuk akomodasi dan transportasi, bagi kontingen tamu akan sangat terbantu karena tidak akan kesulitan, semua ada kalau squash  dipertandingkan di Jakarta khususnya di GBK,” paparnya. ** 

A
Penulis
Arief N K