TOP INTERVIEW
Ajat Sudrajat: Loyalitas Bobotoh Hidupi Klub
12 September 2017 20:24 WIB
berita
Ajat Sudrajat/Foto Dani Wihara

Pangeran Biru jadi satu-satunya tim di GO-JEK Traveloka Liga 1 yang paling diminat sponsor. Kaos tim yang dipakai pemain Persib, semua permukaan dihiasi nama dan logo sponsor. Yang membuat nyaman klub menghamparkan semua rencana-rencana besarnya. 

Cukupkah Persib hanya mengandalkan sponsor? Potensi apa yang masih bisa digarap? Berikut obrolan Topskor dengan lagenda Persib Ajat Sudrajat di Graha Persib saat acara doa bersama bobotoh yang dihelat Permata Bank Syariah.

Persib kini dibanjiri sponsor.  Membuat nyaman melangkah di pentas sepak bola nasional. Selamat dan salut buat PT PBB yang piawai menjaring sponsor. Karena peran pihak ketiga ini sangat strategis di industri sepak bola nasional. Persib jadi semakin besar dan tenar karena sokongan sponsornya.

Tapi sponsor bisa pergi. Potensi apa yang bisa diandalkan untuk mendatangkan uang?

Diklat Persib misalnya. Diklat harus jadi pabrik pemain sekaligus sumber uang Persib. Karena harus banyak menghasilkan produk pemain hebat di masa depan. Caranya dengan menjualnya pada klub-klub rival. Karena tidak mungkin semua produknya diserap Persib.

Yakin Diklat Persib bisa banyak menghasilkan pemain hebat?

Yakin pisan. Contohnya Febri (Hariyadi) dan Zola di Persib. Bahkan banyak pemain muda di klub rival, beberapa di antaranya pernah merasakan gemblengan Diklat Persib. Jadi diklat harus mencari terus pemain potensial dari klub anggota Persib.  Buat aturan yang menguntungkan kedua belah pihak. Karena pemain tersebut nantinya bakal jadi pemain profesional.

Artinya pelatih Diklat harus mantan pemain top?

Iyalah. Minimal mantan pemain Persib yang berkualitas dan menggeluti dunia kepelatihan berkarya di sana. Bila perlu pelatih yang pernah menangani tim profesional di Liga pun dipilih jadi staf pelatih. Karena tujuan awalnya cetak dan jual pemain.

Sektor lain yang potensial jadi uang?

Marchaindise dan semua asesoris klub plus tiketing. Marchandise harus asli. Bukan abal-abal. Dan tidak ada kelompok tertentu yang  mendapat discount tiketing. Klise memang tapi itu fakta yang belum tergarap. Padahal potensinya sangat besar.

Di Indonesia dan Bandung bakal sulit menerapkannya...

Kita belum mencoba. Jadi pesimis duluan. Harusnya berani mencoba. Kan PT PBB sudah punya legalitas untuk menerapkan aturan yang bisa memperkokoh posisinya.

Anda optimistis peluang marchandise dan tiketing sebagai ladang uang terbuka lebar?

Kemarin bobotoh kena sanksi dilarang nyetadion lima pertandingan mereka patuh. Artinya loyalitas mereka luar biasa. Dan klub sangat butuh bobotoh yang loyal untuk menjaga eksistensi klubnya. Masih banyak bobotoh yang loyal dan bisa ikuti aturan hukum.

Bagaimana tuntutan bobotoh pada timnya, setelah mereka mengikuti aturan main manajemen?

Tentu harus di dengar.  Manajemen pasti mengerti. Karena tuntutan prestasi sangat deras. Jadi tidak boleh alergi dengan penyegaran di jajaran manajer dan staf pelatih. Tidak mesti orang Bandung. Karena itu hal biasa dalam sepak bola, seperti ada pemain yang datang, pergi dan bertahan.

Manajer seperti apa yang ideal buat Persib?

Yang loyal dan mengerti sepak bola nasional. Bukan yang ngerti permainan sepak bola saja. Tapi juga paham pernak-pernik sepak bola tanah air.  Selain itu manajerial kerjanya juga jempolan.*

 

news
Penulis
Dani Wihara
tukang tulas tulis persib bandung