KICK OFF
Tantangan untuk Klub-klub Inggris
12 September 2017 04:00 WIB
berita

HARI ini, Selasa (12/9), kompetisi sepak bola antarklub paling bergengsi di Eropa, Liga Champions, akan dimulai. Empat grup, A sampai D, akan menjalani laga pembuka pada hari ini. Sedangkan grup E hingga H melangsungkan pertandingan perdana pada Kamis (13/9) malam waktu setempat. 

Sebanyak 57 klub sudah bersaing sejak kualifikasi pertama untuk memperebutkan 10 tiket lolos ke fase grup. Mereka mendampingi 22 klub yang lolos langsung ke fase grup karena posisi di kompetisi domestik maupun gelar di Liga Europa musim lalu. 

Dari total 79 klub asal 54 asosiasi anggota UEFA, kini tinggal 32 klub dari 17 negara yang akan bersaing pada 12 September sampai 6 Desember untuk lolos ke fase knockout. Mereka akan bertarung habis-habisan demi tiket final Liga Champions di Stadion NSC Olimpiyskiy, Kiev, Ukraina, 26 Mei tahun depan.
 
Ada yang agak berbeda di Liga Champions musim ini dibanding sebelumnya. Inggris menjadi negara pertama yang mampu menyamai torehan Spanyol musim lalu, mengirimkan lima wakil ke fase grup. Keberhasilan Manchester United FC menjuarai Liga Europa 2016/17 menjadi penyebab mengapa Inggris menjadi negara dengan wakil terbanyak di babak utama Liga Champions. 

Musim ini, Spanyol hanya mengirim empat klub ke babak utama Liga Champions (Atletico Madrid, Real Madrid CF, FC Barcelona, dan Sevilla FC). Jerman (FC Bayern Muenchen, Borussia Dortmund, dan RB Leipzig), Italia (Juventus FC, AS Roma, dan SSC Napoli), dan Portugal (FC Porto, SL Benfica, dan Sporting CP) masing-masing tiga tim.
 
Di antara lima negara dengan kompetisi domestik terbaik Eropa, hanya Prancis yang paling sedikit meloloskan wakilnya, dua (PSG dan AS Monaco FC). Jumlah ini sama dengan Rusia (CSKA Moscow dan Spartak Moscow). 

Dengan jumlah klub terbanyak, secara logika kans Inggris untuk merebut gelar Liga Champions seharusnya lebih besar ketimbang negara lain. Tetapi, meskipun disebut-sebut kompetisi paling ketat dan bergengsi di dunia, fakta beberapa tahun terakhir menunjukkan, di level Liga Champions klub-klub Liga Primer tidak mampu bersaing dengan tim-tim asal Spanyol. 

Sejak format Liga Champions diterapkan pada 1992/93, atau sudah 25 musim, Inggris baru empat kali mengangkat trofi si Kuping Besar masing-masing lewat MU (1999, 2009), Liverpool (2005), dan Chelsea (2011). Padahal, total, klub-klub Inggris mampu menembus final sembilan kali. Bandingkan dengan klub-klub Spanyol yang berhasil 10 kali juara dari 15 kali masuk final. Inggris bahkan kalah dari klub-klub Italia yang lima kali juara dari delapan kali lolos ke final. 
Bicara peluang juara, hasil buruk justru didapat timnas Indonesia U-19 yang berlaga di Piala AFF 2017. Setelah menang atas tuan rumah Myanmar (2-1) dan menggilas Filipina (9-0), Senin (11/9) kemarin skuat asuhan Indra Sjafri tersebut menyerah 0-3 dari Vietnam. 

Kekalahan ini memang tidak lantas mengubur asa Indonesia untuk menjadi salah satu wakil dari Grup B yang melangkah ke semifinal. Namun, kekalahan dari Vietnam membuat tiga tim kini memiliki peluang sama besar ke semifinal. Siapa di antara Indonesia, Vietnam, dan Myanmar yang akan tersingkir dari Grup B nanti tinggal menunggu seperti apa poin akhir, selisih gol, produktivitas gol, dan head to head.

Indonesia pernah menghantam Myanmar. Tetapi, kini Tim Garuda Nusantara kalah jauh dari sisi selisih gol dibanding dua pesaing beratnya ke semifinal itu. Pada laga terakhir kontra Brunei Darussalam, Rabu (13/9) sore, Indonesia harus menang besar seraya berharap Vietnam yang akan melawan Myanmar pada malam harinya, mampu menang.*Irfan Sudrajat 
 

n
Penulis
nana sumarna