LIGA 1
Insiden di Pamekasan, Arema Resmi Layangkan Surat Protes ke PT LIB
11 September 2017 14:31 WIB
berita
Kaca bus pemain dan ofisial Arema FC pecah karena ulah oknum suporter Madura United – Istimewa

MALANG – Laga pekan ke-23 Go-Jek Traveloka Liga 1 2017, di Stadion Gelora Ratu Pamelingan, Pamekasan, Minggu (10/09) malam, berkesudahan 2-0 bagi kemenangan Madura United atas Arema FC. Namun dibalik itu, justru menyisakan protes resmi tertulis kubu Arema kepada PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) selaku operator kompetisi, Senin (11/09) siang.

Menyusul ulah oknum suporter Madura United yang melempari bus yang membawa para pemain dan ofisial Arema FC hingga pecah usai laga. Kaca belakang sebelah kanan bus pecah dan mengakibatkan dua orang dari pihak ofisial dan seorang wartawan terluka.

Tak urung para pemain dan  ofisial Arema harus diangkut dengan kendaraan rantis lapis baja Barracuda menuju Malang. Tak itu saja, dalam laga yang diwasiti Haidari Payam asal Iran itu, juga terjadi dua kali pelemparan botol-botol  air mineral terhadap para pemain Arema.

“Senin11 September ini, atas insiden tersebut, manajemen Arema FC resmi melayangkan surat protes terhadap operator kompetisi, PT LIB. Kami berharap operator liga PT LIB, bisa memberikan peringatan agar kejadian serupa tak terulang lagi. Kami juga meminta Aremania tak terpancing atau terprovokasi dengan adanya insiden tersebut, tetap tenang dan tak terpengaruh Sebab, pelemparan tersebut dilakukan oleh oknum suporter yang tidak bertanggung jawab. Selain itu, manajemen juga sudah melayangkan surat protes kepada operator kompetisi,” ujar Media Officer Arema FC, Sudarmaji.

Di sisi lain, Sudarmaji yakin bahwa Aremania merupakan suporter yang sudah dewasa, sehingga tidak akan mudah terprovokasi dengan adanya insiden yang dialami rombongan tim Arema FC tersebut. Dia sangat berharap ketegasan dari operator kompetisi.

"Intinya jangan ada dendam atas kejadian ini,antara suporter kedua tim. Kami percaya ada keputusan yang adil dari institusi yang berwenang terkait insiden ini. Oleh karena itu, biarkan institusi yang berwenang saja yang melakukan tindakan. Beginilah, mahalnya harga ulah oknum penonton sepak bola. Terima kasih untuk pihak Polres Sampang, Pamekasan, Bangkalan, Tanjung Perak dan Polda Jatim merespon cepat  dan mengawal kami,” imbuh Sudarmaji.

** Kaca dan bagian dalam bus pemain dan ofisial Arema FC pecah karena ulah oknum suporter Madura United (Foto: Istimewa)

news
Penulis
Noval Luthfianto
> backpacker-nya topskor di Jawa Timur dan sekitarnya <