KICK OFF
Bukan Liverpool Asuhan Klopp
11 September 2017 04:25 WIB
berita

KEKALAHAN menyesakkan Liverpool FC dari tuan rumah Manchester City FC, 0-5, Sabtu (9/9) malam, menyiratkan tanda tanya besar. Mereka memang harus bermain selama 53 menit dengan 10 pemain usai Sadio Mane dikartu merah karena menendang wajah kiper City, Ederson Moraes. 

Bagi pelatih Juergen Klopp, inilah kartu merah ketiga yang didapat pemainnya sepanjang karier menangani Liverpool. Sebelumnya, James Milner dikeluarkan saat Liverpool berusaha mengejar ketertinggalan 0-1 dari Crystal Palace FC, Maret 2016 lalu. Saat itu, Liverpool masih mampu memenangi pertandingan, 2-1. 

Dua bulan kemudian, saat melawan Swansea City FC, giliran bek sayap kiri asal Australia, Brad Smith yang disuruh pergi oleh wasit. Ketika itu, The Reds menyerah 1-3. 

Pemain diusir wasit sudah menjadi bagian dalam sepak bola. Tetapi yang aneh dari pertandingan di Stadion Etihad, dua hari lalu, adalah performa Liverpool yang tidak pernah terlihat sepanjang dilatih Klopp. 

Setelah Mane dikartu merah, Klopp justru menerapkan skema yang sangat aneh, 3-5-1, seiring dengan ditarik keluarnya Mohamed Salah. Disebut aneh karena semua tahu, Klopp belum mampu mengatasi masalah buruknya pertahanan Liverpool. Semakin aneh karena skema 3-5-1 itu dipakai saat The Reds sedang tertinggal dan lawan mereka adalah City, klub yang dipenuhi pemain hebat.  

Yang pasti, apa yang ditunjukkan Liverpool saat dibantai City belum pernah terlihat di tim mana pun yang dilatih Klopp. Yang lebih mengherankan, performa Liverpool sebelum Sane dikartu merah juga tidak spesial. 

Dengan 11 pemain di lapangan, setengah jam pertandingan berjalan, Milner dan kawan-kawan terlihat kesulitan mencari bentuk permainan terbaik. Menghadapi City, tidak terlihat Liverpool yang begitu perkasa saat menggilas Arsenal FC, 4-0, pada laga pekan ketiga, 27 Agustus lalu. 

Di tengah situasi terpukul, Rabu (13/9) nanti Liverpool justru akan kedatangan Sevilla FC, lawan pertama di Grup E Liga Champions. Sisi positifnya, Mane masih hanya akan absen di kompetisi domestik Inggris. 

Namun, pekerjaan bagi Klopp sebetulnya tidak hanya harus membenahi pertahanan. Selama menangani Liverpool, bila ada satu atau dua pemain depan yang absen, kebanyakan hasil yang dituai Liverpool adalah negatif alias kalah.  
  
Bicara beberapa liga domestik di Benua Biru, pekan pertama setelah jeda internasional sepertinya tidak bersahabat bagi sejumlah klub besar di Eropa. Faktor kelelahan pemain bintang setelah memperkuat timnas di laga-laga kualifikasi Piala Dunia 2018 sepanjang pekan lalu, disinyalir menjadi salah satu penyebab memburuknya performa beberapa klub top di lima elite Benua Biru. Hasil buruk itu paling tidak terlihat dari tiga juara lima liga top Eropa.   

Di Prancis, juara Ligue 1, AS Monaco di luar dugaan dihajar OGC Nice, 0-4. Jawara La Liga Spanyol dan Liga Champions, Real Madrid CF, sedikit lebih baik karena seri saat menjamu Levante UD, 1-1. Di Jerman, kampiun Bundesliga lima musim terakhir, FC Bayern Muenchen, tidak berdaya di kandang TSG 1899 Hoffenheim dan menyerah 0-2. 
  
Usai jeda internasional, hanya Juventus FC (juara Seri A Italia) dan Chelsea FC (kampiun Liga Primer Inggris) yang menuai hasil positif. Juventus menggilas AC Chievo Verona tiga gol tanpa balas. Adapun Chelsea menang tipis, 2-1, atas Leicester City FC. 

Kendati demikian, hasil buruk yang dialami sebagian klub elite Eropa ini kemungkinan tidak akan lama. Laga perdana fase grup Liga Champions 2017/18 sudah menunggu mereka, tengah pekan ini.*Irfan Sudrajat  

n
Penulis
nana sumarna