KICK OFF
Selamat Hari Olahraga Nasional
09 September 2017 04:00 WIB
berita

SELAMAT hari olahraga. Hari ini, 9 September, hari yang sangat penting bagi insan olahraga Tanah Air dan juga semua masyarakat Indonesia. Hari olahraga nasional, tentu bukan bermakna hari ketika berolahraga. Karena setiap hari, semua insan berolahraga. Ini hanya menandai bahwa penting untuk mengingat sesuatu yang sangat penting dalam kehidupan. Bukan kehidupan sebuah bangsa, melainkan kehidupan manusia.

Olahraga dan manusia tidak pernah terpisahkan. Sport bagian dari kehidupan ini. Olahraga sesuatu yang mudah dilakukan. Namun, jika ukurannya adalah prestasi tentu lain persoalannya. Untuk yang satu ini, Indonesia masih terus mencari dan mencari. Inilah makna dari olahraga: tidak menyerah. Sportivitas menjadi bagian yang sangat penting. Kita harus sportif mengakui bahwa dari sisi prestasi, kita belumlah cukup untuk mengatakan lebih baik.

Namun, karena kesadaran sportivitas itu pula, yang akan membuat bangsa olahraga ini untuk mencoba melompat lebih jauh lagi. Jika kita gagal menjadi juara umum di SEA Games 2017 yang baru berlalu, kita akan mencoba meraih status tersebut ketika menjadi tuan rumah pada Asean Games 2018. Ini Hari Olahraga Nasional sebelum kita menyongsong Asean Games. Jadi, alangkah lebih baik jika ini menjadi momentum ikrar untuk memperbaiki prestasi olahraga kita di mata Internasional.

Haornas di Indonesia masih sebagai seremoni? Tentu itu hanya pertanyaan kulit luar semata. Faktanya, kita semua, dari berbagai lapisan selalu memberiakan dukungan kepada olahraga nasional. Jika Hari Olahraga Nasional (Haornas) dimaknai secara mendalam oleh siapapun, baik secara individu maupun sebagai kelompok, semua akan bisa berharap bahwa dalam waktu dekat prestasi olahraga bisa meningkat.

Sekadar kilas balik, Hari Olah Raga Nasional diperingati di Indonesia setiap 9 September setiap tahun, tanggal tersebut dipilih sebagai peringatan  hari pertama penyelenggaraan Pekan Olah Raga Nasional (PON) I yang diselenggarakan  di Surakarta pada 9 September 1948. Pembukaan PON pertama diresmikan oleh Presiden Pertama Indonesia, Ir.Soekarno dan acara penutupannya dilakukan oleh Sri Sultan Hamengkubuwono IX Selaku Ketua Komite Olimpiade Republik Indonesia (KORI).

Kala itu PON diikuti  sekitar 600 atlet. PON pertama mempertandingkan sembilan cabang olah raga antara lain atletik, lempar cakram, bulu tangkis, sepak bola, tennis, renang, Pencak silat, Panahan dan Bola Basket dengan jumlah total medali (emas, perak, perunggu) yang diperebutkan sebanyak 108 medali. Demikianlah, sekilas sejarah tentang Haornas. Olahraga Indonesia memang memiliki sejarah yang panjang dan besar. Dan, itu semua karena kontribusi pada atlet-atlet kita, baik di masa lalu maupun saat ini.

Jadi, tidak salah pula jika baru-baru ini Kemenpora berjanji akan mengangkat atlet yang berprestasi, dalam hal ini atlet yang meraih emas pada SEA Games 2017, sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS). Sejumlah bonus juga akan diberikan kepada para atlet lain yang telah menyumbangkan medali. Jadi, bersyukurlah bagi para atlet. Itu semua sebagai pemicu, perangsang, memotivasi atlet kita untuk kembali mengharumkan nama bangsa.

Namun, pada hakekatnya, Haornas adalah hari olahraga untuk kita semua, bangsa Indonesia. Hari yang tepat mengingat agar menjaga hidup yang sehat dengan cara berolahraga. Dan, di Magelang, hari ini dan sebelumnya, gema olahraga akan kembali terasa. Semua bisa memaknai Haornas dengan cara yang positif. Dan, yang lebih penting, dengan olahraga, kita bisa memelihara persatuan dan kesatuan bangsa ini.*Irfan Sudrajat

n
Penulis
nana sumarna