TOP FEATURE OLIMPYC
Skateboard Tak Harus Empat Roda
06 September 2017 05:00 WIB
berita
Simon Stricker - TopSkor/Istimewa

Olahraga ekstrem yang menggunakan papan seluncur sebagai medianya ini memang sangat digemari di seantero dunia. Selain menjadi olahraga, skateboard sudah menjadi gaya hidup bagi sebagian besar kaum muda. Skateboard begitu menantang lantaran dimainkan dengan trik-trik yang mengandung risiko tinggi.

Skateboard berasal dari Kalifornia, Amerika Serikat. Skateboard awalnya dimainkan oleh para peselancar. Merek memainkan skateboard untuk menggantikan pantai di saat ombak sedang surut. Memainkan papan seluncur beroda itu tentunya tidak mudah seperti apa yang dipikirkan. Teknik dan trik menjadi sebuah kunci keberhasilan untuk memainkannya.

Olahraga skateboard pun menjadi olahraga yang biasa dimainkan oleh pria asal Swiss, yaitu Simon Stricker. Dia mengenal permainan skateboard ketika ia masih kecil, saat teman-temannya memperkenalkan dirinya dengan papan yang memiliki empat roda kecil di sebuah desa Bachenbuelach, Swiss.

Simon mengatakan, bahwa dirinya selalu bersenang-senang dengan skating dan menggunakan papan skateboard sebagai sarana transportasi baginya.  "Saya selalu bersenang-senang dengan skating, mempelajari hal baru, dan itu juga benar-benar praktis sebagai sarana transportasi," ucap Simon

Kepiawaiannya memainkan skateboard membuat dirinya ditawari Red Bull untuk mencoba tantangan berjalan hanya menggunakan dua roda belakang saja. Kali ini usahanya tidak mendapatkan sebuah penghargaan ketika Simon berseluncur di jalanan menggunakan dua roda. Posisi papan skateboard bagian depan dikondisikan terangkat. Simon pun melakukan perjalanan dengan kecepatan rata-rata 31,5 km/jam dan melakukannya secara manual.

Tim Red Bull dan jalanan Bernia Pass jadi sebuah saksi ketika Simon berjalan menggunakan papan skateboard dengan posisi papan terangkat ke atas. Dengan kecepatan 31,5km/jam Simon Stricker berhasil menempuh jarak mencapai 1,5 kilometer. Menurut Simon, ia tidak bisa meremehakan sebuah kecepatan serta ia harus mengatasi kondisi jalan yang tak sempurna di rute itu. Seharunya tantangan ini patut diapresiasi sebagai rekor dunia. "Saya tidak bisa mengabaikan kecepatan tempuh," kata Simon. "Sejauh yang saya tahu, ini seharusnya menjadi rekor dunia." 

Pada 2008, Simon telah menjadi juara nasional skateboard di Swiss. Rekaman lima menit yang difilmkan dengan Pascal Duschletta di Los Angeles, Athena, Barcelona, Kopenhagen, Stuttgart dan Swiss membuat Simon dikenal masyarakat penjuru dunia . Rekaman terakhir kepiawaian Simon bermain skateboard diputar di Loretto Plaza, Wina, Mei 2017. Selama kariernya dalam dunia skateboard, Simon telah diikat oleh sedikitnya tujuh sponsor, yaitu Vans, Bones Wheels, RedBull, Silver, Bones Bearings, Flip, dan Street City.*Dedhi Purnomo/CR10

n
Penulis
nana sumarna