UMUM
Sepeda Tua Pun Melintas di GPN Lamongan
03 September 2017 10:35 WIB
berita

LAMONGAN - Area persawahan dan perkampung menjadi daya tarik rute Gowes Pesona Nusantara etape Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Bupati Fadeli pun ikut bergowes.

Alun alun Lamongan, Minggu (3/9) pagi memang agak berbeda dari biasanya. Ribuan orang beraneka kostum di badan dan sepeda tumpah ruah. Tua muda, pria atau wanita sama-sama menyemarakan salah satu program Kemenpora Imam Nahrawi 'Ayo Olahraga' lewat bergowes.

Mereka yang mengajak keluarga memilih jalur pendek sejauh 12km, sedangkan para komunitas bergowes sepanjang 22km. Jalur menanjak, terjal dan berliku hingga memasuki jalan perkampungan menjadi pemandangan dan tantangan untuk menguji kekuatan dan ketrampilan bersepeda.

Di dua rute, panjang dan pendek sama – sama penuh tantangan. Jalan yang dilalui sangat bervariasi. Ada yang mulus, bergelombang, dan juga tanjakan yang menguji kemampuan setiap peserta.

Jalurnya juga relatif, ada yang ramai dan jalur yang bisa dinikmati dengan melihat pemandangan alam desa. Peserta yang memilih jalur pendek maupun jalur panjang sama–sama diwarnai tantangan, tanjakan, tikungan tajam bahkan jalur lintas waduk –pun jadi pilihan yang paling menyenangkan.

"Antusias masyarakat Lamongan dalam olahraga khususnya sepeda sangat tinggi karena bersepeda dilakoni setiap hari terutama bagi mereka yang ada di perkampungan," kata Bupati Fadeli.

Fadeli pun berharap kedepan pemerintah perlu melakukan kampanye lebih serius untuk merumuskan Hari Sepeda Nasional. "Bersepeda itu sangat sehat, lingkungan bersih dan membuat pola pikir kita juga segar. Ingat sepeda juga salah satu alat perjuangan bangsa di zaman dulu. Berarti bersepeda adalah warisan budaya bangsa," tuturnya.

Gowes Pesona Nusantara edisi Lamongan ini menurut ketua pelaksana Margono tak kurang dari 3000 peserta ikut berpartisipasi. Berbagai komunitas sepeda tak mau ketinggalan menggowes. Di antaranya komunitas
DRCC atau demangan residence, Imbang Sugio, Turi, Koramil Kota Kodim 0812 hingga komunitas sepeda tua. Panitia juga merangsang peserta dengan berbagai hadiah menarik seperti rice cooker, kulkas, mesin cuci, televisi, sepeda hingga motor.

"Kami datang dari berbagai rombongan komunitas. Termasuk dari Kecamatan Sugio, 20 km dari Kota Lamongan. Secara keseluruhan event ini sangat bagus karena masyakarat Lamongan memang gila bersepeda dan memiliki wadah tersendiri," kata Zaenal Mutaqin Humas Komunitas Sepeda Tua Indonesia.

Menurut Zainal hampir semua komunitas sepeda tua di Lamongan turun bergowes. Di antaranya komunitas Onte Otoseno, Pasela, Pastobat Babat, Kosmos Babatan dan lainya. Bahkan ada yang memakai sepeda fongres buatan Belanda tipe HH 60 tahun 1958. Setiap minggu mereka acap sama-sama mengayuh sepeda ke pedesaan.

"Event-event seperti ini harus terus dikembangkan, bukannya hanya manfaatkanya untuk kesehatan. Tapi, bersepeda juga menjaga silaturahim dan kekeluargaan dalam menjalankan roda kehidupan," imbuhnya.*

news
Penulis
Suryansyah