TOP FEATURE OLIMPYC
Setiap Pemanjatan Selalu Sulit bagi Chris Sharma
31 Agustus 2017 05:00 WIB
berita
Chris Sharma - TopSkor/Istimewa

Banyak sekali tantangan dan risiko di olaharag panjat tebing. Tak hanya soal fisik, mental dan keberanian pun tak dapat dipisahkan saat melakukan aktivitas ini. Bagi seorang profesional panjat tebing, tingkat kepuasan bukan hanya dilihat dari keberhasilan mencapai puncak sebuah tebing. Namun, lebih kepada bagaimana proses menaklukkan tantangan tersebut. Tentu saja dengan menggunakan trik dan teknik yang tidak semua orang bisa lakukan. Hal inilah yang kerap diperlihatkan Chris Sharma. Dalam kariernya, mulai dari tebing termudah hingga tebing mengerikan berhasil ia panjat. 

Kepiawaian ditambah dengan trik-trik yang di luar dugaan saat memanjat tebing membuat pria asal Amerika Serikat (AS) itu dikagumi. Sejatinya, dalam dunia panjat tebing, nama Chris Sharma bukanlah pemain baru. Ia adalah salah satu dari pemanjat profesional terbaik yang dimiliki Negeri Paman Sam atau bahkan dunia.

Berbagai prestasi pun telah ditorehkan oleh Chris Salma. Tentu saja keberhasilan tersebut tak sertamerta didapatnya dengan mudah. Sharma memulai pemanjatan pertamanya pada usia remaja, di mana ia berhasil menaklukan sebuah tebing di Virgin River George yang diklaim memiliki tingkat kesulitan 5.14c atau termasuk tingkat pendakian tertinggi di Amerika Utara pada saat itu.

Aksi Sharma pun dapat disaksikan pada video yang ia unggah kedalam konten youtube dengan judul “Climbing Moutain Sports”. Dalam video berdurasi 5 menit 29 detik  yang diunggah oleh Chris Sharma, memperlihatkan kepiawaiannya menaklukan sebuah tebing  yang berada di Margalef, Spanyol.  Tebing Margalef, diyakini sebagai tebing tersulit.

Tak hanya pada akun Youtube, pria kelahiran Santa Cruz, Kalifornia, itu juga mengunggah aksi-aksi heroik dirinya ketika menaklukan tebing-tebing tinggi dunia pada akun sosial media Instagram. Salah satunya adalah unggahan foto Juni 2017 lalu. Ia mengunggah foto sebuah tebing yang berada di negara Prancis, bernama Pont d'Arc.

Pada ungguhaan foto tersebut Sharma mengatakan kepada para pengikut Intagram-nya bahwa pendakian tebing Pont, d’Arc di Prancis adalah salah satu rute pendakian terbaik dalam hidupnya. "Salah satu rute terbaik dalam hidupku seperti sebuah garis mimpi yang absolut,” kata Sharma. 

Kala itu Sharma memanjat sebuah tebing yang berbentuk melengkung dengan ketinggian 30 meter di atas permukaan laut. Kesulitan saat mendaki tebing, dia tuangkan dalam sebuah kutipan,“ Free soloing has never been my cup of tea”. Atau,” memanjat solo tidak semudah minum teh.”

Sharma mengungkapkan, sebelum ia memanjat sebuah tebing tinggi, ia selalu mengambil sebuah pendekatan dan mengujinya agar dirinya jangan sampai terjatuh.  "Saya mengambil pendekatan yang sangat pragmatis dan menguji setiap lima meter untuk memastikan bahwa saya tidak terjatuh,” ujar pria 29 tahun itu.  Sedikitnya Chris Sharma telah mengoleksi 15 penghargaan selama berkarier di dunia panjat tebing. Terakhir ia mendapatkan penghargaan Psicobloc, Bilbao, Spanyol pada 2010.*Dedhi Purnomo/CR10


Penghargaan yang Diraih Chris Sharma :
1997 - UIAA World Cup 
1999 – Medali emas Bouldering, X Games 
2000 - Wasatch Open Bouldering Competition
2001 - Annual Phoenix Bouldering Contest
2001 - Munich Bouldering World Cup
2002 - Ford Gorge Games
2003 - Earth Treks Roc Comp
2004 - Earth Treks Roc Comp
2004 - ABS Nationals
2007 - Mammut Bouldering Championships
2008 - Mammut Bouldering Championships
2009 - Ilerbloc Open Internacional
2010 - Earth Treks Roc Comp
2010 - Psicobloc, Bilbao, Spanyol


 

n
Penulis
nana sumarna