TOP FEATURE OLIMPYC
Dhan Rai, Pemburu Madu Tebing Nepal Terakhir
30 Agustus 2017 04:28 WIB
berita
Mauli Dhan Rai - TopSkor/Istimewa

Apa bedanya tradisi dan pekerjaan? Coba tanyakan pada Mauli Dhan Rai. Pria Nepal 58 tahun adalah generasi terakhir dari pelaku tradisi yang hampir punah. Nepal menghormatinya tetapi cara ini terlalu ekstrem untuk mencari nafkah. Sebab, taruhannya nyawa melayang saat menjalani prosesnya.

 Dhan Rai adalah pemburu madu, tetapi bukan madu hutan biasa. Ia berburu madu di tebing curam nan dalam tempat bersarangnya lebah madu dengan ukuran terbesar di dunia. Caranya sangat tradisional. Bermodal seutas tali dan jaring pelindung kecil dari sengata lebah. 

Sudah pasti, Dhan Rai memakai teknik yang biasa dipakai oleh pemanjat tebing. Namun, perlengkapannya boleh dibilang primitif. Dhan Rai tetap memikirkan keselamatannya, namun itu bergantung pada tali yang dibuat dengan cara tradisional. Tentu saja, pengujiannya saat Dhan Rai naik. Tak putus, berarti tali itu kuat.

Perburuan ini menjadi berharga sebab yang ia cari adalah “madu gila”. Madu ini diyakini bisa menyembuhkan banyak penyakit bagi masyarakat Asia. Madu ini pun tak dijual di pasar bebas karena tingkat kesulitannya. Madu Gila hanya ada di pasar gelap. 

Cairan lengket dengan warna kemerahan ini biasa dijual di pasar gelap Asia seharga 80 dolar AS (sekitar Rp 2,1 juta) per kilogram. Sifat halusinogen madu ini yang menjadikannya berharga tinggi. Risiko tinggi ikut pula mengatrol harga. Sebenarnya, bisa saja Dhan Rai mematok harga lebih tinggi mengingat hanya dia yang mencari madu ini.

Berburu madu gila pun ada triknya. Menurut Dhan Rai, rasa takut jadi kunci. Saat rasa takut terpancar dari suhu tubuh dan itu bisa dideteksi lebah. Maka, lebah yang gelisah akan dengan mudah menyerang. Kendati mengaku bisa mengendalikan takut, 20 sampai 40 sengatan lebah pernah menghantam kulitnya. 

Pria yang sudah mulai berburu sejak usia 15 tahun ini pun membaca mantra sebelum jalankan ritualnya. “Kamu adalah Rangkemi. Anda adalah roh lebah. Kami bukan pencuri. Kami bukan bandit. Kita bersama nenek moyang kita. Silakan terbang, silakan pergi,” kata Dhan Rai merapal. Mantra ini dimaksud untuk menenangkan lebah dan roh yang hidup di tebing.

Apa yang dilakukan Dhan Rai sungguh berbahaya, sehingga kini tak ada yang menekuni pekerjaan serupa. Dhan Rai pun sejatinya sudah mulai lelah, tetapi kondisi ekonomi memaksanya. Lainnya, pemburuan lebah madu gila ini ia anggap sebagai cita rasa tradisi Nepal yang tiada dua.

Pemanjat tebing paling berpengalaman sekali pun akan berpikir berkali-kali jika ingin melakukan pekerjaan ini. Anggaplah, pemanjat modern mendaki dengan alat-alat yang lebih mumpuni. Namun, ancaman lebah dan tugas membawa madu jadi perkara lain yang tak pernah dihadapi.*Abdul Susila  

n
Penulis
nana sumarna