TOP FEATURE OLIMPYC
Hike It Baby: Hiking Melibatkan Bayi
28 Agustus 2017 06:06 WIB
berita

Jika orang-orang dewasa saja yang melakukan hiking mungkin terdengar biasa saja. Beda halnya jika kegiatan menyita tenaga tersebut juga melibatkan anak-anak, bahkan yang masih terbilang bayi. Komunitas Hike It Baby menjadi salah satu contohnya, yang menjadi wadah para orang tua yang memiliki bayi dan ingin tetap dapat menikmati olahraga yang mengincar bukit dan berbagai tanjakan itu.           

Hike It Baby menjadi komunitas penggerak para penggemar olahraga yang beraktivitas dengan melibatkan para bayi tersebut. Komunitas itu saja melakukan tak kurang dari 3 ribu kali hiking dalam sebulan, dan diadakan hingga di 330 negara, dan memang hanya ditujukan bagi keluarga yang memiliki bayi.           

Shanti Hodges tercatat sebagai penggagas aktivitas tersebut. Perempuan yang juga berprofesi sebagai jurnalis, penulis, selain juga berstatus sebagai ibu itu menginisiasi kegiatan yang dilakukan secara outdoor itu. Selain karena ia memang gemar dengan ide-ide yang tak biasa, ia pun berkeyakinan bahwa aktivitas di luar rumah dan dilakukan di alam bebas akan berdampak baik bagi anak dan orang tuanya. Gara-gara idenya itu juga, Hodges bahkan sempat diundang ke Kantor Pusat Facebook.           

Tak hanya itu, sambutan dari para peminat di berbagai negara pun terbilang sangat besar, maka itu ada 600 cabang organisasi mereka di berbagai belahan dunia. Hodgemengakui jika gagasan itu sendiri baru dijalankan kali pertama pada 2013. Namun dalam hitungan tahun, sambutan para orang tua dirasakan luar biasa. Padahal gagasan itu sendiri muncul tak lain karena ia sendiri saat itu masih berstatus ibu yang masih sangat muda dan acap merasa sendirian.           

“Saat itu saya sudah berusia 41 tahun dan saya memiliki seorang bayi, sementara saya baru saja pindah ke satu kota yang masih baru bagi saya,” Hodges bercerita masa dirinya masih di Portland, Oregon. “Saya merasakan di sekeliling saya jadi tersadar, bahwa saya tak memiliki teman sama sekali.” Dari sanalah gagasan itu muncul, saat putranya, Mason, justru masih berusia tiga pekan.           

Saat itu Hodges mengundang tiga kenalan barunya untuk turut mengikuti kegiatan jalan-jalan di sebuah tempat di hutan yang masih berada di taman dekat kota setempat. Namun ia sempat kesulitan karena di jalanan yang berbukit, sementara ia membawa bayinya. Stroller yang digunakannya mulai rusak, hingga akhirnya seorang kenalan yang ikut dengannya membantu menaruh bayi di pundaknya.

            Sepekan sejak itulah, ia bersama para teman barunya tersebut tergerak lebih sering menjalani kegiatan tersebut hingga menjadi rutinitas tersendiri. Bahkan hanya dalam satu bulan saat itu, kegiatan mereka menarik perhatian lebih banyak orang tua yang memiliki bayi. Tak kurang dari 20 orang tua mengikuti aktivitas itu. Kini, kegiatan tersebut telah menjaring peminat hingga 125 ribu keluarga di berbagai negara.           

Tampaknya manfaat dari kegiatan hiking itu terasa oleh para peserta hingga makin diminati banyak orang. “Dengan ini saya, misalnya, bisa mengeluarkan endorfin—penyebab ketegangan—dengan cara hiking begini, dan ini bahkan menjadi semacam terapi bagi saya yang pernah mengalami depresi. Meski kegiatan ini melelahkan, tapi setelahnya kita terasa menjadi lebih bertenaga.”

Adrienne Brand, salah satu partisipan kegiatan itu juga mengakui jika sebelum adanya gerakan Hike It Baby, dia memang sering berjalan-jalan dengan anaknya. “Tapi sebelum ini saya jarang terpikir bahwa, oh hari ini saya harus keluar rumah,” katanya, lantaran sebelum ikut komunitas itu ia hanya melakukannya kapan ada waktu tersisa saja. Adrienne sendiri memiliki seorang anak yang baru berusia 15 bulan bernama Hunter. Sejak terlibat di gerakan tersebut, sekarang ia menjadikan kegiatan outdoor dengan putranya tersebut hingga dua kali dalam sepekan.* Zulfikar Akbar

 

news
Penulis
Zulfikar Akbar
Berdomisili di Jakarta Selatan. Di dapur redaksi TopSkor dipercayakan meracik berita-berita seputar Liga Spanyol dan lintas Eropa. Follow Twitter: @zoelfick