TOP FEATURE OLIMPYC
Godziek, Pelaku Aksi Slopestyle yang Tak Lazim
0
10 Agustus 2017 04:25 WIB
Godziek, Pelaku Aksi Slopestyle yang Tak Lazim
Szymon Godziek - TopSkor/Istimewa

Melompat setinggi mungkin di arena yang disediakan sudah jamak. Rider yang gemar di cabang ini disebut slopestyler. Mereka biasanya memakai jenis sepeda mountain bike atau BMX. Arenanya bisa bemacam-macam bentuknya, yang penting rider bisa melayang setinggi-tingginya sesuai kemampuan. Siapa pun yang fokus pada cabang ini, pasti bisa melompat. Agar lebih indah, dibumbui dengan maneuver backflip. Saat rider melayang, dia juga berputar-putar, lalu berusaha mendarat dengan mulus. Roda belakang harus menyentuh tanah duluan.

Szymon Godziek, rider slopestyle asal Polandia puny ide gila. Dia memanfaatkan momen balap sepeda Tour De Poland untuk melakukan aksinya. Apalagi, Godziek didukung Red Bull. Produsen minuman energi ini memang langganan mensponsori berbagai aksi ekstrem yang tak lazim.

Teknisnya, saat rombongan Tour De Poland melewati rute terakhir di Bukowina Tatrzanska yang lebar, Godziek terbang di atas mereka. Di sisi kanan dan kiri jalanan dibuatkan undakan untuk Godziek melakukan ”take off”. Tak sekadar melintas di atas para pembalap, Godziek juga berputar-putar. Singkatnya, di bawah para pembalap Tour De Poland sedang adu pacu, di atas Godziek melakukan backflips.

Soal perizinan sudah beres. Godziek bisa meyakinkan penyelenggara bahwa aksi aman dan tentu saja sama sekali tidak membahayakan pembalap di bawahnya. Godziek menyampaikan lompatannya sudah dikalkulasi dengan ketinggian sembilan meter. Lompatan yang relatif normal untuk pelaku slopestyle.

Lazimnya, tunggangan para slopestyler adalah mountain bike atau BMX. Dua jenis sepeda itulah yang memang digunakan untuk berbagai aksi di medan off-road. Ini yang jadi masalah. Penyelenggara Tour De Poland bisa jadi kecolongan lantaran Godziek melakukannya dengan road bike. Sepeda jalanan yang habitatnya di jalanan beraspal mulus. Dipakai untuk dipacu sekencang mungkin dan bukan untuk berlompatan, apalagi backflips.

Godziek harus kembali menghitung momen yang tepat untuk melompat agar bisa backflips pula. Masalah terbesar adalah saat mendarat. Road bike punya geometri, bobot, dan jenis ban yang sama sekali berbeda dengan sepeda yang sering ia tunggangi. Terlalu ringan bisa membuatnya terempas. Jika terlalu kaku, Godziek tak bisa mengendalikan sehingga bisa membahayakan pembalap yang sedang melintas dengan kecepatan tinggi pula.

Namun, berkat pengalaman, perhitungan, dan keyakinan, Godziek mampu melakukan lompatan itu dengan gemilang. Lengkap dengan backflips yang sempurna pula. Agar sinkron dengan tema Tour De Poland, Godziek pun memakai semua kelengkapan pembalap jalan raya. Mulai jersey, helm, celana, hingga sepatu. Satu kali lompatan sensasional Godziek pun tercatat sebagai salah satu aksi slopestyle fenomenal.*Dedhi Purnomo

 

 
 

n
Penulis
nana sumarna