TOP FEATURE OLIMPYC
Berkereta Dorong Menyusuri Gurun Simpson
08 Agustus 2017 05:00 WIB
berita
Sebastian Copeland dan Mark George - TopSkor/Istimewa

Aksi nekat sekaligus di luar akal sehat dilakukan Sebastian Copeland dan Mark George. Keduanya mengarungi Gurun Pasir Simpson di Australia dengan berjalan kaki. Total jarak tempuh yang dilakukan keduanya mencapai 404 mil atau 650 kilometer dan berlangsung selama 26 hari. 

Aksi keduanya disebut nekat lantaran Gurun Pasir Simpson dikenal sebagai salah satu kawasan paling terjal di planet Bumi! Singkatnya kawasan ini tidak dianjurkan untuk dilewati manusia apalagi tanpa peralatan khusus seperti yang dilakukan Copeland dan George ini.

Bayangkan Copeland dan George masing-masing hanya membawa satu kereta dorong. Kereta ini berisi senjata mereka untuk bertahan hidup. Sebut saja makanan, air, panel surya sampai peralatan berkemah. 

Masalanya, karena kereta dorong inilah, perjuangan keduanya semakin berat. Pasalnya, mereka harus mendorong beban rata-rata seberat 400 pound atau sekitar 181,4 kilogram setiap memulai hari. Persediaan air jadi barang terberat dalam kereta dorong tersebut. Tetap harus diangkut mengingat betapa vitalnya air bagi mereka.

“Kami menghitung lima liter air per orang setiap harinya. Jadi, saat memulai petualangan ini, kami membawa total 135 liter air. Beratnya mencapai 300 kilogram,” kata Copeland menceritakan.
 
Untungnya hari demi hari, berat kereta dorong terus menurun seiring Copeland dan George mengonsumsi makanan dan air. Namun, ia menceritakan saat kondisi kereta dorong masih penuh, keduanya pernah merasakan temperatur udara mencapai 35 derajat Celsius.
 
“Persediaan air terasa tidak cukup. Dalam sebuah kondisi, saya seakan tidak memiliki air liur yang tertinggal di mulut saya. Rasanya seperti menelan asbak,” ujar Copeland mengenang saat perjalanan. 

Meski menderita, Copeland mengatakan ekspedisi ini layak dilakukan. Dia dan George menggunakannya sebagai uji coba untuk perjalanan yang bahkan lebih sulit lagi pada tahun ini. 

Keduanya berencana berjalan kaki sejauh 772 kilometer dari Laut Arktik ke Kutub Utara yang notabene bermedan es. “Ekspedisi di Australia kami gunakan untuk uji coba mental dan kemampuan kami untuk saling mendorong juga menguatkan. Karena dengan cara ini, rasa kepercayaan diri bakal muncul,” tutur Copeland.

Mereka memakai Gurun Simpson untuk mengukur kemampuan fisik dan mental, apakag bisa mengatasi situasi yang sangat sulit. Berhasil di Simpson, membuat keyakinan mereka menjajal medan yang lebih berat semakin tebal.*Hendry Wibowo

n
Penulis
nana sumarna