TOP OPINI FOOTBALL
Neymar Bakal Pensiun dengan Status Pemain Termahal di Dunia
0
07 Agustus 2017 05:00 WIB
Neymar Bakal Pensiun dengan Status Pemain Termahal di Dunia
Rizki Maheng 

MARI berandai-andai kita memiliki mesin waktu untuk kembali ke masa lalu. Perjalanan pertama kita adalah ke tanggal 1 Juli tahun 2000, waktu di mana dunia sepak bola gempar dengan keputusan Luis Figo meninggalkan Barcelona untuk bergabung ke Real Madrid. Bisa diibaratkan seorang prajurit yang membelot ke kubu lawan. Figo pun sampai dilempar kepala Babi saat Madrid melawat ke Camp Nou pada 24 November 2002. Laga sampai harus ditunda 15 menit lantaran petugas harus membersihkan sampah yang dilempar fan Barca kea rah Figo.

Bukan semata soal tujuan kepindahannya ke klub rival abadi Barca tetapi nilai transfernya saat itu menjadi yang termahal dengan angka sebesar 60 juta euro. Nilai sebesar itu lebih banyak daripada rekor transfer sebelumnya yang dipegang Christian Vieri saat pindah dari Lazio ke Internazionale Milan dengan nilai transfer sebesar 46,5 juta euro pada 1999. 

Butuh waktu setahun dan penambahan angka sebesar 13,5 juta euro untuk memecahkan rekor transfer dunia. Mesin waktu kita pacu kembali ke bulan Agustus tahun 2017, waktu di mana dunia sepakbola kembali gempar oleh perpindahan pemain Barcelona bernama Neymar ke klub Prancis, Paris Saint Germain (PSG).

Barcelona tidak lagi bersama Neymar. Mereka harus melupakan bintang asal Brasil tersebut. Neymar sebagai kehilangan yang besar bagi Barca. Pasalnya, Neymar diburu Barca sejak lama, sebelum benar-benar datang ke Cam Nou pada 2013. Dia diproyeksikan jangka penjang sebagai salah satu pemain penopang utama Barca, layaknya Lionel Messi. Tentu, akan sulit mencari pengganti. Neymar adalah pemain yang spesial. Nilai transfernya sangat fantastis dan rasanya tidak pernah terbayangkan pada era 2000-an akan ada pemain yang membuat sebuah klub menggelontorkan dana sebesar 222 juta euro demi mendapatkannya.

Bagi Barcelona, dengan 222 juta euro (sekitar Rp 3,4 triliun) mereka bisa mendapatkan bintang lainnya. Itu harus dilakukan Barca demi mempertahankan ketajaman serangan mereka. Masuknya dana dari penjualan Neymar, kabarnya akan memberikan efek kepada klub lain. Chelsea, Liverpool, dan Dortmund, paling terancam. Efek domino dari kepergian Neymar bakal mengenai klub-klub tersebut. Namun, sekali lagi, jika keinginannya adalah mencari pemain yang seperti Neymar, hampir mustahil terjadi dalam tempo yang singkat. Apalagi, di bursa transfer musim panas ini.

Tanpa Neymar, tentu akan banyak yang tidak terlihat lagi dari Barcelona. Pemain yang menggiring bola baik dari sisi kiri atau kanan. Lalu, berkolaborasi dalam pergerakan dengan Messi dan Luis Suarez. Intinya, Barca harus membuktikan mereka tetap besar dan kuat tanpa Neymar. Ini tantangan bagi semua yang berada di Barcelona, termasuk pelatih Ernesto Valverde. 

Mengubah formasi rasanya terlalu spekulatif. Valverde hanya bisa meminta pemain yang karakternya mendekati Neymar. Untungnya, Barca sedang punya uang banyak. Mereka bisa membeli hampir siapa saja selama bursa transfer terbuka. Sebut saja Kylian Mbappe, yang juga masuk komoditi supermahal saat ini.

Pada aspek komersial, Barca telah menjadi korban dari mercato sepak bola yang semakin berkembang dan tak masuk akal. Nilai transfer pemain memang tampak sudah tidak masuk akal lagi tetapi jangan lupa bahwa 17 tahun yang lalu pun orang-orang menilai Real Madrid sedang mabuk karena mengeluarkan uang sebanyak 60 juta euro hanya untuk satu pemain. Hari ini PSG yang disebut-sebut tidak waras karena mau saja menyerahkan uang sebesar 222 juta euro atau 3,4 triliun lebih untuk seorang pemain saja. Kita tidak pernah tahu apakah nilai sebesar itu mungkin akan terasa biasa-biasa saja 10 tahun nanti.

Delapan Tahun
Pergerakan klub-klub dalam memecahkan rekor transfer semat stagnan di tahun 1984 dan 2009. Usai Diego Maradona hijrah dari Barcelona ke Napoli tahun 1984 dengan nilai transfer 13 juta euro, butuh delapan tahun dan penambahan 3,5 juta euro untuk rekor itu pecah saat Gianluca Vialli pindah dari Sampdoria ke Juventus tahun 1992. 

Setelahnya hanya butuh empat tahun dan penambahan nilai sebesar 4,5 juta euro untuk Alan Shearer memecahkan rekor itu saat pindah ke Newcastle United pada 1996. Setelah 1996, setiap tahun selalu terjadi pemecahan rekor transfer saat Ronaldo (1997), Denilson (1998), Christian Vieri (1999), Luis Figo (2000), dan Zinedine Zidane (2001) hengkang ke klub baru mereka.

Pada periode tersebut penambahan nilai transfer terbesar muncul saat Vieri menuju Inter Milan dari Lazio pada 1999 dengan Inter harus menambahkan 15 juta euro dari nilai transfer sebelumnya. Uniknya, butuh waktu yang sama selama delapan tahun untuk terjadi lagi penambahan nilai transfer yang lebih besar saat megabintang Manchester United, Cristiano Ronaldo pindah ke Madrid pada 2009 dengan banderol 94 juta atau 20,5 juta euro lebih banyak dari angka transfer Zidane dari Juventus ke Madrid sebesar 73,5 juta euro tahun 2001.

Catatan ini sama dengan delapam tahun waktu yang dibutuhkan untuk Vialli memecahkan rekor transfer Maradona. Apakah ini pertanda rekor Neymar bakal pecah delapan tahun lagi? Merujuk nilai transfer Neymar saat ini, rasanya sudah sangat sulit untuk dipecahkan bahkan untuk delapan tahun ke depan. Angka sebesar 222 juta euro adalah hasil dari penambahan nilai sebesar 117 juta euro dari rekor Paul Pogba sebesar 105 juta euro saat hengkang ke MU dari Juventus tahun 2016. 

Ini adalah penambahan nilai transfer terbesar yang pernah ada sehingga rasanya sangat sulit melihat ada klub yang sanggup memecahkan rekor transfer Neymar dari PSG ke Barcelona. Kecuali jika ada klub yang siap dicap mabuk, gila, berlebihan, dan sebagainya untuk mendatangkan seorang pemain dengan nilai super fantastis. Jika diprediksi periode delapan tahun, rekor transfer Neymar tak terpatahkan, kemungkinan besar kapten timnas Brasil itu akan pensiun dengan menyandang status sebagai pemahal di dunia.***


Rizki Maheng 
Penulis adalah pemerhati sepak bola

n
Penulis
nana sumarna