TOP OPINI FOOTBALL
Lupakan Morata, Selama Masih Ada Ronaldo
27 Juli 2017 05:00 WIB
berita
Rizki MahengĀ 

Hengkangnya Alvaro Morata ke Chelsea membuat Real Madrid kekurangan amunisi di lini depan. Dengan Madrid belum juga mendatangkan nama besar di lini depan pada bursa transfer musim ini, El Real praktis hanya memiliki Karim Benzema sebagai pemain yang berposisi murni sebagai striker. Sebuah situasi yang tak lazim bagi Madrid yang terbiasa menumpuk pemain di tiap lini.

Kepergian Morata juga meninggalkan lubang di lini depan Madrid. Kendati hanya berstatus sebagai pilihan kedua setelah Benzema, nyatanya Morata lebih produktif daripada striker Prancis itu. Morata sukses mencetak 15 gol hanya dari 26 kesempatan turun berlaga di mana 12 diantaranya sebagai pemain cadangan.
 
Catatan ini lebih baik dari 11 gol yang disarangkan Benzema dari 29 kesempatan turun bertanding dengan 23 kali berstatus starter. Statistik ini sudah sangat jelas memaparkan bahwa Morata lebih tajam sebagai seorang penyerang daripada Benzema. Pantas kiranya jika pertanyaan besar muncul di tubuh Madrid, siapa yang akan melapis Benzema sebagai penyerang utama Juara La Liga itu? Padahal, Benzema sendiri tidak terlalu tajam dalam kapasitasnya sebagai striker.

Dilansir dari realmadrid.com, Zinedine Zidane menyiratkan belum akan meminta klub untuk mendatangkan pemain baru sebagai pengganti Morata. "Saat ini kami punya skuat yang penuh dan kami akan lanjutkan seperti ini. Seseorang bisa pergi, seseorang bisa datang. Saya senang dengan apa yang kami punya" ujar Zidane.

Ketenangan pria Prancis itu ditinggal seorang Super Sub sekelas Alvaro Morata boleh jadi didasari pada proyeksi taktik yang akan diterapkan Zidane di musim depan. Pengalaman awal musim lalu ketika Madrid hanya mendatangkan seorang Alvaro Morata di bursa transfer dan ternyata sukses meraih double winner La Liga dan Liga Champions mengajarkan Zidane bahwa skuat Madrid sejatinya sudah berisikan pemain-pemain hebat. Masalahnya, kondisi tiap musim selalu berbeda. Zidane harus sangat memikirkan bagaimana semua rival berbenah di bursa transfer musim panas ini.

Merujuk pada posisi pemain di lini serang, Zidane masih memiliki trio Bale, Benzema  dan Ronald. Tentunya sambil berharap Bale bisa fit sepanjang musim agar ketiganya lebih sering bermain bersama. Berkaca pada musim lalu, Zidane sangat mengandalkan formasi 4-3-3 di La Liga dengan memainkan trio Bale Benzema Ronaldo. Tercatat, sebanyak 29 kali Real Madrid memainkan formasi agresif itu di ajang La Liga atau paling banyak dibandingkan formasi lain.

Sebagai pelapis pada penyerang sayap, Zidane masih memiliki Marco Asensio dan Lucas Vasquez. Dua nama yang turut andil membuat Zidane menepikan pemain sekaliber James Rodriguez.

Bagaimana dengan pelapis Benzema? Ini dia, Zidane punya seorang Cristiano Ronaldo yang dapat bermain dengan baik sebagai seorang penyerang tengah. Kapten timnas Portugal ini bahkan bisa menjadi pilihan utama Zidane di posisi penyerang tengah seturut dengan catatan statistiknya yang lebih baik daripada Karim Benzema. 

Statistik memperlihatkan Ronaldo dan Benzema sama-sama turun dalam 29 laga namun Ronaldo mencetak 25 gol berbanding 11 gol milik Benzema. Saat berperan sebagai penyerang pun, Ronaldo lebih agresif mengancam dengan rata-rata 5,59 tendangan ke gawang per laga dibandingkan hanya 2,38 tendangan yang dilesakkan Benzema tiap laga. Ronaldo adalah alasan mengapa Zidane tidak perlu repot-repot mencari pengganti Alvaro Morata. Tak penting meski sebenarnya Ronaldo bukanlah seorang penyerang murni.

Peran Ronaldo musim lalu yang oleh Zidane sering digeser sebagai penyerang tengah tampaknya turut membantu transformasi Ronaldo dari seorang penyerang sayap menjadi Goal Getter menakutkan di dalam kotak penalti lawan. Musim lalu Ronaldo total bermain 29 kali sebagai penyerang sayap kanan dan 17 kali sebagai penyerang tengah. Saat berposisi sebagai penyerang sayap Ronaldo mencetak 23 gol dan 5 assist sedangkan saat memainkan posisi penyerang tengah Ronaldo membukukan 15 gol dan 4 assist. Dua statistik yang sangat layak disebut hebat. 

Ketajaman Ronaldo yang terjaga meski dimainkan sebagai penyerang tengah adalah sebuah berkah karena Zidane sejatinya tidak hanya memiliki Benzema sebagai penyerang tengah tetapi juga memiliki Ronaldo yang bahkan lebih tajam daripada Benzema. Zidane dan fan Real Madrid tidak perlu meratapi kepergian Alvaro Morata.***
 

Rizki Maheng 
Penulis adalah pemerhati sepak bola

n
Penulis
nana sumarna