news
INFOGRAFIS
Sarri Harus Mencermati Plus-Minus dalam Skuatnya
07 January 2020 10:42 WIB
berita
TURIN – Paruh kedua Seri A segera dimulai, artinya persaingan menuju scudetto memasuki fase menentukan. Pada titik ini, Juventus FC tak bisa lagi melakukan kesalahan karena rival utama FC Internazionale menempel sangat ketat. Penting juga buat Maurizio Sarri, pelatih yang kerap disindir “spesialis nyaris” di kasta elite Italia: beberapa kali gagal juara saat menangani SSC Napoli. Ini adalah momen penting dalam kariernya, kesempatan untuk merengkuh titel yang selalu lepas dari genggaman.

Namun, untuk mewujudkan ambisi tersebut, ada beberapa hak yang perlu dicermati Sarri dan Juve. Berikut analisis La Gazzetta dello Sports:
1. Poles tembok
Di era trio BBC (Andrea Barzagli-Leonardo Bonucci-Giorgio Chiellini), pertahanan adalah kekuatan utama Juve. Namun, kini gawang mereka kebobolan rata-rata satu gol perlaga. Sarri harus bisa memperbaiki mentalitas tim.Meski kerap melakukan kesalahan, Matthijs De Ligt tetap bek masa depan Juve. Perlu kesabaran untuk menanti potensi maksimal dari pemuda asal Belanda tersebut.
2. Kepastian sektor kanan
Sarri punya tiga opsi untuk menjaga sisi kanan pertahanan, tapi belum ada yang meyakinkan. Juan Cuadrado, Danilo, dan Mattia De Sciglio masih tampil inkonsisten, perlu motivasi lebih.
3. Faktor kapten
Giorgio Chiellini sudah tidak sabar ingin kembali merumput. Tapi, perlu menunggu dua bulan lagi sebelum sang kapten comeback ke lapangan. Proses ini harus dilakukan secara bertahap.
4. Status Gigi
Melihat daftar pemain cadangan dan menemukan Gianluigi Buffon: fenomena tak biasa di Turin sebelum musim ini. Sarri harus menyikapi dengan baik kesempatan antara Gigi dan Wojciech Szczesny. 
5. Adaptasi gelandang anyar
Juve menggaet dua pemain bagus di lini tengah, tapi belum memperlihatkan performa maksimal. Sarri mesti bisa membebaskan energi Adrien Rabiot dan Aaron Ramsey.
6. Kontrol Pjanic
Berdasarkan statistik, rata-rata permainan bola Miralem Pjanic perlaga adalah 150. Cukup memuaskan bagi Sarri, tapi masih harus meningkat. Juve perlu dominasi penuh untuk sukses.
7. Hubungan CR7-Sarri
Masih dinantikan percikan antara megabintang Portugal dan sang pelatih. Cristiano Ronaldo masih harus membantu Juve dan begitu juga sebaliknya. 
8. Tridente
Formasi tiga penyerang Dygualdo mencuri perhatian, tapi tantangannya adalah memaksimalkan sistem ini, termasuk dalam momen sulit seperti di Piala Super Italia. Tidak mudah memilih ketika hanya ada satu tempat di sebelah Ronaldo: siapa yang lebih baik antara Gonzalo Higuain atau Paulo Dybala? Keputusan diambil berdasarkan kondisi dan karakter lawan.
9. Formasi alternatif
Sarri selalu mempertimbangkan formasi 4-3-3, dengan Douglas Costa yang siap kembali.
10. Area tiga perempat
Dybala berusaha beradaptasi di posisi trequartista, namun pilihan lain juga tersedia. Federico  Bernardeschi bisa diandalkan dalam permainan fisik, sementara Ramsey lebih vertikal.
11. Jadwal padat
Terkadang, sebelum dan sesudah Liga Champions, ada pengaruh dalam permainan Juve. Mereka harus serius main di kompetisi Eropa, tapi persaingan dengan Inter akan terus memanas.
12. Ancaman Lazio
Dua kali tumbang 1-3 melawan Lazio: Juventus tidak terbiasa dengan situasi ini. Pada 26 April nanti, Juve akan kembali bertemu dengan tim Simone Inzaghi dan berusaha mengubah hasil.
13. Rotasi
Jika tidak ada penjualan pemain pada mercato Januari, tim inti Juve tetap gemuk. Jadi, perlu rotasi untuk mengurangi jumlah pemain yang kecewa.*Filippo Conticello dari Turin




Baca Juga :
- Skuat Muda Liverpool Juga Oke
- Strategi Defensif El Cholo Meredam Potensi Besar sang Winger





 

loading...
news
Penulis
Suryansyah
news
news