news
UMUM
Demi Olimpiade 2024, Ada Kerja Sama Indonesia-Korsel Terkait Shin Tae Yong
30 December 2019 14:05 WIB
berita
Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan (kiri) saat memperkenalkan Shin Tae Yong sebagai pelatih timnas Indonesia di Stadion Pakansari, Sabtu (28/12) - TopSkor/Abdul Susila
BOGOR – “Indonesia bisa juara, tetapi juga bisa tidak,” begitu jawaban Shin Tae Yong, saat ditanya TopSkor mengenai target menjuarai Piala AFF 2020. “Semua butuh proses,” ia menambahkan, saat diperkenalkan sebagai pelatih baru timnas Indonesia di Stadion Pakansari, Cibinong, Sabtu (28/12).

Sebelum itu, Tae Yong dituntut memengi tiga pertandingan tersisa Pra Piala Dunia 2022, yakni melawan Thailand (26/3), Vietnam (31/3), dan Uni Emirat Arab (4/6). Sebagai langkah awal, pelatih asal Korea Selatan berusia 49 tahun ini akan memanggil sekitar 60 pemain pada 13 Januari mendatang.




Baca Juga :
- Enam Tim Sumatera Mulai Bersiap Merebut Tiket Liga 1
- Tantangan Skuat Mewah Bali United di Liga 1 2020




Namun, bukan Piala AFF 2020 atau Pra Piala Dunia 2022 yang menjadi target utama Tae Yong. Eks-pelatih timnas Korea Selatan ini dikontrak empat tahun oleh PSSI untuk memuluskan jalan Indonesia tampil dalam Olimpiade 2024 di Paris, Prancis. Inilah target jangka panjang yang sesungguhnya.

Karenanya pula PSSI meminta Tae Yong mengawal timnas Indonesia U-16 asuhan Bima Sakti dan timnas Indonesia U-19. Dengan ikut mengawal dua timnas kategori usia ini, diharapkan komposisi terbaik untuk Pra Piala Asia U-23 2024 bisa terjaring. Tae Yong harus meloloskan Indonesia dalam ajang dua tahunan ini. 


Baca Juga :
- Harapan Jokowi Usai Meresmikan Stadion Manahan Solo
- Tiga Belas Rekrutan Persita Bukan Nama Sembarangan


Bila terget itu tercapai, pemain terbaik  Liga Korea pada 1995 dan 2001 ini otomatis mendapat perpanjangan kontrak. Adapun kontrak Tae Yong akan keduluarsa pada akhir 2023. Untuk bisa tampil di Olimpiade 2024, Indonesia minimal menempati peringkat ketiga Piala Asia U-23 2024.

Adapun Piala Dunia U-20 2021 jadi target sisipan. Karena Indonesia akan menjadi tuan rumah dalam ajang pembinaan tertinggi FIFA tersebut, diharapkan pencapaian Indonesia tak memalukan. Menjadi juara mungkin tak mustahil, tetapi sangat tidak realistis jika podium juara jadi patokan.

Piala Dunia U-20 2021 adalah awal dari jalan prestasi. Selepas ajang ini, minimal medali perak Asian Games 2022 dan medali emas SEA Games 2023 tak boleh luput. Bagaimana dengan timnas senior? Piala Dunia 2022 sudah pasti terlepas, Piala Asia 2023 peluangnya kecil, karenanya Piala AFF satu-satunya yang paling mungkin.

Demi Indonesia emas itu, Ketua Umum PSSI Kombes Pol. Mochamad Iriawan, berjanji memenuhi segala kebutuhan Tae Yong. Iwan Bule juga memastikan bahwa PSSI tak akan menunggak gaji pelatih, seperti dialami Luis Milla Aspas, Fakhri Husaini, dan Indra Sjafri, tiga pelatih timnas Indonesia sebelumnya.

Mulai 2020, PSSI juga akan mulai membangun kompleks sepak bola. Lokasi seluas delapan hektar di daerah Cikadang, Sukabumi, Jawa Barat, itu merupakan tanah hibah dari CEO Bali United Piter Tanuri. Untuk pembangunan, ada tiga sumber dana, yakni FIFA, Pemerintah Republik Indonesia, dan perusahaan Korea Selatan.

Dana FIFA untuk Indonesia pada 2020 diperkirakan mencapai Rp40 miliar, sedangkan pemerintah telah menjamin memberi bantuan. Adapun perusahaan asal Korea Selatan menjadi pelaksana. Berkat kerja sama Indonesia dengan Korea Selatan ini pula Shin Tae Yong yang dipilih, ketimbang Luis Milla.***

loading...
news
Penulis
Abdul Susila
Pejalan kaki untuk gunung-gunung tropis Indonesia. Mencintai sastra, fanatis timnas Garuda, dan sedang aktif di sepak bola usia dini. Anak pertama dari tiga bersaudara.
news
news