LIGA TOPSKOR
TopSkor Indonesia, Membangun Tim yang Agresif dan Kuat Penguasaan Bola
21 June 2019 10:29 WIB
berita
Seleksi tahap kedua TopSkor Indonesia goes to Gothia Cup Cina 2019 - Foto TopSkor/Ady Sesotya
JAKARTA - Seleksi tahap kedua tim TopSkor Indonesia (TSI) goes to Gothia Cup Cina 2019 berlanjut di lapangan Universitas Trisakti, Nagrak, Ciangsana, Kamis (20/6). Tim pelatih yang dikepalai Yunus Muchtar itu, mulai memberikan materi latihan yang lebih spesifik kepada 31 pemain terpilih.

Ini dilakukan untuk melihat secara detail pemahaman pemain terhadap Filosofi Sepak Bola Indonesia (Filanesia) yang akan ditanamkan oleh tim pelatih. Modal awalnya, kualitas passing dan kontrol harus bagus.


Baca Juga :
- TVN: Topskor Indonesia Melakukan Serangkaian Uji Coba Sebelum ke Cina
- Skrining Play-off Liga TopSkor U-12 Rampung




Yunus mengaku tim pelatih ingin melihat bagaimana pemain melakukan sentuhan pertama (kontrol), lalu mengambil keputusan (umpan) dalam situasi tertekan. “Di situ akan terlihat mana pemain yang memiliki dasar bermain bola yang sudah mumpuni dan yang perlu diasah lagi,” kata Yunus.

Metodenya, pemain memainkan rondo 4v1 atau bermain kucing-kucingan yang dibagi ke dalam enam kelompok dengan intensitas sedang ke tinggi. Lewat latihan dalam medan kecil ini, tim pelatih ingin membentuk tim yang kuat dalam teknik possesion. Pasalnya, penguasaan bola akan jadi kekuatan TSI untuk menaklukkan lawan di Gothia Cup nanti.


Baca Juga :
- TopSkor Indonesia Menang Selusin Gol
- Jajal PaSS Parung, TopSkor Indonesia Coba Mengeksplorasi Peran Lini Kedua


Yunus pun mencontohkan permainan sepak bola seperti yang diperagakan FC Barcelona, menjadi acuannya. Meskipun, ia mengatakan bukan berarti tim TSI harus meniru permainan klub sepak bola asal Katalunya tersebut.

“Hanya sebagai gambaran saja tentang permainan sepak bola modern,” ucap Yunus. “Poin pentingnya, saya ingin menanamkan kepada mereka untuk selalu bermain dengan umpan-umpan pendek, dengan satu sentuhan. Tapi bukan berarti tidak membolehkan pemain melakukan umpan long ball, itu juga perlu diasah,” katanya.

Untuk bisa menjalankan gaya sepak bola modern tersebut juga perlu ditanamkan kemampuan pressing yang kompak dan terorganisir. “Begitu kehilangan bola, dengan cepat paling tidak ada empat pemain secepatnya melakukan pressing untuk merebut bola agar lawan tidak bisa counter attack,” kata Yunus.

Selain teknik dan taktik bermain, ketahanan tubuh pemain juga dibutuhkan untuk menjalankan permainan yang agresif dalam melakukan pressing. Karena itu, Yunus selalu menyelipkan tes fisik di akhir latihan atau usai sesi game internal, dengan materi speed pendek 20 meter.*FURQON AL FAUZI

R
Penulis
Rizki Haerullah
news